DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Kreatif Anyaman Purun di Desa Bagagap Kabupaten Barito Kuala | |
| PENGARANG | : | NORJANNAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-12 |
ABSTRAK
Nor Janah, 1710413220021, 2025, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ekonomi Kreatif Anyaman Purun di Desa Bagagap Kabupaten Barito Kuala, Pembimbing Sandra Bhakti Mafriana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif anyaman purun di Desa Bagagap Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara langsung dengan informan dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori dari Edi 2014, Pemberdayaan Masyarakat dengan pendekatan empat indikator.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif anyaman purun di Desa Bagagap Kabupaten Barito Kuala belum optimal, dilihat dari indikator yaitu (1) Jenis Hubungan Kekuasaan, upaya pihak desa mengurangi jumlah pengangguran langkah strategis yang ada berinisiatif membangun suatu lembaga yang sehingga dapat membantu perekonomian yang ada, adanya usaha kerajinan pendapat paling rendah Rp. 70.000 per harinya dengan rata-rata penghasilan per bulan paling kecil Rp. 150.000.-. (2). Kemampuan Ekonomi, para pengrajin peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat Desa Bagagap melalui ekonomi tidak adanya alokasi dana terhadap kebutuhan masyarakat dalam pembuatan kerajinan anyaman purun. Sehingga, dana yang digunakan untuk modal berdasarkan sumber dana pribadi untuk pembuatan kerajinan. Namun untuk pengajuan dilakukan pendampingan oleh Diskopperindag, pendapatan yang didapat digunakan 50 persen konsumi dan ditabung sebaliknnya, dengan angka pengeluaran RP. 1.000.000,- untuk bahan baku. (3). Kemampuan Mengakses Manfaat Kesejahteraan yaitu Pemberdayaan masyarakat di desa ini meliputi non fisik seperti Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan. Serta, pengelolaan aset desa berbasis aplikasi SIPADES. kemampuan dalam mengakses hanya dikisaran Rp. 500.000.- sampai Rp. 1.000.000.- dalam pembelian barang keperluan anyaman purun, kebanyakan uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (4).Kemampuan kultural dan politis yaitu berkaitan pemberdayaan, untuk upaya pemberdayaan ini tidak ada pendapatan yang didapat oleh desa. Namun tujuan utama dari pemberdayaan ini untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih mumpuni. Dalam setiap kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan di desa masyarakat kita sangatlah sulit untuk hadir, selain membuat anyaman dari purun juga sebagai petani yang dimana lebih sering menghabiskan waktu di sawah.
Kepada pihak Desa Bagagap perlu adanya turut andil lagi dalam mendukung pergerakan produk ekonomi kreatif seperti anyaman purun dengan Sehingga tradisi, adat dan budaya yang memiliki nilai jual seperti anyaman purun tidak hilang.
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kreatif, Anyaman Purun
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI