DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Kelayakan Finansial Pada Usaha Pembesaran Ikan Gurame Di Pokdakan Mina Arta Satu Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | SITI HAZIZAH MAHDYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-13 |
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA USAHA PEMBESARAN IKAN GURAME DI POKDAKAN MINA ARTA SATU KELURAHAN SYAMSUDIN NOOR KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
ABSTRAK: Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan, khususnya perikanan budidaya yang mampu berkontribusi signifikan terhadap produksi nasional. Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu wilayah dengan potensi perikanan air tawar yang terus berkembang, meskipun menghadapi tantangan terbatasnya sumber daya air. Pokdakan Mina Arta Satu di Kelurahan Syamsudin Noor merupakan salah satu kelompok pembudidaya yang fokus pada komoditas ikan gurame, namun mengalami penurunan produksi sebesar 30% dalam satu tahun terakhir. Hal ini mendorong perlunya analisis kelayakan finansial untuk mengetahui potensi usaha dan strategi peningkatan kesejahteraan kelompok pembudidaya.Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan, yakni dari Februari hingga Juni 2025, bertempat di Pokdakan Mina Arta Satu, Jl. Kasturi I, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk mengidentifikasi manajemen produksi (pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi), analisis kelayakan usaha yang mencakup perhitungan keuntungan, Payback Period, Break Even Point, Net Benefit Cost Ratio, Net Present Value, dan Internal Rate of Return, serta analisis sensitivitas untuk mengetahui kelayakan usaha saat terjadi penurunan produksi sebesar 30%.Usaha budidaya pembesaran ikan gurame di Pokdakan Mina Arta Satu layak dijalankan dan dikembangkan secara finansial, dengan keuntungan tahunan Rp164.939.095, Payback Period 1,50 tahun, BEP produksi 1.335 kg/tahun, BEP harga Rp12.012/kg, NPV sebesar Rp965.926.099, Net B/C 8,68, dan IRR 66,08%. Hasil analisis sensitivitas terhadap penurunan produksi 30% menunjukkan usaha tetap menguntungkan, karena indikator kelayakan seperti PP, BEP, Net B/C, NPV, dan IRR tetap positif. Meskipun demikian, optimalisasi pengelolaan teknis dan ekonomis perlu ditingkatkan untuk hasil yang lebih maksimal.
Kata Kunci : Budidaya Gurame, Kelayakan Usaha, dan Analisis Sensitivitas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI