DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IDENTIFIKASI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP NEGERI DI KABUPATEN BARITO KUALA PADA MATA PELAJARAN IPA
PENGARANG:MUHAMMAD YUSUF ANSYARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-05-07


Hasil tes keterampilan berpikir kritis dan wawancara dengan siswa kelas IX SMP Negeri di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan bahwa siswa merasa kesulitan ketika dihadapkan dengan soal yang menuntut siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis siswa SMP Negeri di Kabupaten Barito Kuala. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX SMPNegeridi Kabupaten Barito Kuala. Sampel diambil secara purposive sampling dengan jumlah 14 sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Instrumen tes keterampilan berpikir kritis merupakan soal pilihan ganda yang disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara per indikator yaitu pada indikator pertama memfokuskan pertanyaan yang paling tinggi hanya mencapai angka 47,62 dan yang paling rendah mencapai angka 19,79. Pada indikator menganalisis argumen hannya mencapai angka yang paling tinggi 58,33 dan yang rendah mencapaki angka 14,58. Pada indikator bertanya dan menjawab pertanyaan, yang paling tinggi hannya mencapai nilai 84,62 dan paling rendah mencapai nilai 0,00. Pada indikator mempertimbangkan sumber dapat dipercaya atau tidak  dapat dipercaya, yang paling tinggi mencapai nilai 58,79 dan yang paling rendah mencapai nilai 34,52. Pada indikator mengobservasi dan mempertimbangkan laporan observasi yang paling tinggi mencapai nilai 58,20 dan yang paling rendah mencapai nilai 36,46. Pada indikator mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi yang paling tinggi mencapai nilai 52,76 dan yang paling rendah mencapai nilai 30,56. Pada indikator menginduksikan dan mempertimbangkan hasi induksi yang paling tinggi mencapai nilai 36,46 dan yang paling rendah mencapai nilai 28,13. Pada indikator membuat dan menentukan hasil pertimbangan yang paling tinggi mencapai nilai 50,00dan yang paling rendah mencapai nilai 25,00. pada indikator mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu defenisi yang paling tinggi mencapai nilai 55,56 dan yang paling rendah mencapai nilai 26,39. Pada indikator mengidenfikasikan asumsiyang paling tinggi mencapai nilai 43,06 dan yang paling rendah mencapai nilai 8,33.pada indikator menentukan suatu tindakan, yang paling tinggi mencapai nilai 65,00 dan yang paling rendah mencapai nilai 33,33. Pada indikator berinteraksi dengan orang lain yang paling tinggi mencapai nilai70,83 dan yang paling rendah mencapai nilai 33,33. Secara keseluruhan rata-rata siswa SMP Negeri di Kabupaten Barito Kuala memiliki kriteria tidak kritis berdasarkan indikator Ennis dengan nilai 36,71. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat diketahui bahwa siswa SMP Negeri di Kabupaten Barito Kuala belum mencapai tingkatan keterampilan berpikir kritis.

 

Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, indikator Ennis, penelitian survey.


Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI