DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Tingkat Bahaya Erosi di Sub DAS Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut | |
| PENGARANG | : | SAIDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-17 |
SAIDAH. 2025. “Analisis Tingkat Bahaya Erosi di Sub DAS Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ruslan, M.S. dan Dr. Hafizianor, S.Hut., M.P.
Kata kunci: Analisis Tingkat Bahaya Erosi, DAS, Bati-Bati
Sub DAS Bati-Bati merupakan salah satu bagian dari DAS Maluka yang terletak dalam wilayah Kabupaten Tanah Laut seluas 33.152,32 ha. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menganalisis variasi dari tingkat bahaya erosi yang diduga terjadi dan merumuskan upaya rehabilitasi hutan dan lahan berdasarkan variasi dari tingkat bahaya erosi, kelas lereng, dan tipe tutupan lahan di Sub DAS Bati-Bati. Secara garis besar tahapan dalam penyusunan data spasial unit lahan adalah dengan melakukan tumpang susun antara peta jenis tanah dan peta kelas lereng. Data yang digunakan meliputi data sekunder dan data primer. Terdapat 13 unit lahan dengan 3 (tiga) kelompok penutupan lahan: perkebunan 10.186,6 ha (55,9%), semak belukar 7.367,4 ha (40,5%), dan lahan terbuka 665,1 ha (3,6%). Kondisi lereng terdapat 3 (tiga) kelas: datar 14.744,9 ha (81,0%), landai 2.044,8 ha (11,2%), dan agak curam 1.419,4 ha (7,8%). Tingkat bahaya erosi menunjukkan karakteristik yang relatif bervariasi, dari tingkat bahaya erosi I-R (Ringan), tingkat bahaya erosi II-S (Sedang), tingkat bahaya erosi III-B (Berat) hingga tingkat bahaya erosi IV-SB (Sangat Berat). Tingkat bahaya erosi yang terbesar adalah tingkat bahaya erosi Ringan 7.606,7 ha (41,8%), Sangat Berat 5.369,8 ha (29,5%), kemudian diikuti tingkat bahaya erosi Berat 2.652,6 ha (14,6%) dan Sedang 2.579,9 ha (14,2%). Luas areal untuk tingkat bahaya erosi Sangat Berat, Berat dan Sedang adalah 10.601,7 ha (58,2%). Semua unit lahan dan penutup lahan yang tingkat bahaya erosi III-B (Berat) dan tingkat bahaya erosi IV (Sangat Berat) menjadi sasaran dalam kegiatan arahan pola rehabilitasi hutan dan lahan. Beberapa unit lahan dan penutup lahan yang termasuk dalam tingkat bahaya erosi I-R (Ringan) sampai dengan tingkat bahaya erosi II (Sedang) tetap dipertahankan dengan melakukan tindakan pemeliharaan (teknik silvikutur) agar produktivitasnya meningkat. Metode arahan rehabilitasi hutan dan lahan menggunakan pedekatan vegetatif dan mekanik (sipil teknis, seperti penanaman menurut garis kontur dan pembuatan teras guludan).
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI