DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI ORGANOLEPTIK DAN HEDONIK MADU HERBAL YANG TERBUAT DARI MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Blume)
PENGARANG:MUHAMMAD MIRZA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-17


ABSTRAK

Muhammad Mirza. 2025.Uji Organoleptik dan Hedonik Madu Herbal yang Terbuat Dari Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dan Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii, Blume). Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing oleh Ibu SitiHamidah,S.Hut.,M.P.dan Bapak Dr.Ir.TrisnuSatriadi, S.Hut., M.Si.

Kata Kunci: Madu Kelulut; Minyak Atsiri; Kulit Kayu Manis; Uji Organoleptik; Uji Hedonik.

Penelitian ini membahas pengembangan madu herbal dari madu kelulut yang dicampur dengan minyak atsiri kulit kayu manis. Madu herbal semakin diminati masyarakat, terutama selama pandemi COVID-19, karena khasiatnya dalam meningkatkan imunitas dan kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis formula madu herbal yang diminati masyarakat dan sesuai dengan SNI No. 8664:2018. Madu kelulut memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh. Madu herbal adalah madu yang dicampur dengan bahan herbal untuk meningkatkan rasa dan khasiat. Kayu manis digunakan dalam pembuatan minyak atsiri yang memberikan aroma khas. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai kualitas produk berdasarkan aroma, rasa, dan penampilan. Penelitian dilakukan di Laboratorium MIPA Universitas Lambung Mangkurat selama 3 bulan, menggunakan alat dan bahan seperti botol plastik, alat destilasi, madu kelulut, dan kulit kayu manis. Prosedur penelitian meliputi pembuatan minyak atsiri, pencampuran dengan madu, dan uji organoleptik. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi F2 (15 ml madu + 0,075 ml minyak atsiri) memiliki aroma dan rasa yang masih khas madu. Penambahan minyak atsiri lebih dari 0,075 ml mengubah rasa dan aroma menjadi tidak khas. Uji hedonik juga menunjukkan bahwa formulasi F2 adalah yang paling disukai oleh panelis. Formulasi F2 memenuhi standar SNI No. 8664:2018. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan kimia dan masa simpan madu herbal untuk mengetahui khasiatnya secara lebih mendalam.


 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI