DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE) PADA PASIEN RAWAT INAP INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD ULIN BANJARMASIN
PENGARANG:NOOR ANNISA RIZKIYAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-20


Infeksi saluran kemih merupakan penyakit menular kedua terbanyak setelah infeksi saluran pernapasan atas. Prevalensi ISK secara global mencapai 404,61 juta kasus dan di Indonesia mencapai 180.000 kasus pertahun. Terapi utama ISK adalah antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi sehingga perlu dilakukan evaluasi salah satunya menggunakan metode DDD dan DU90%. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan antibiotik berdasarkan jenis terapi, golongan antibiotik, dan rute pemberian, menghitung nilai total DDD/100 patient-days dan nilai DDD/100 patient-days antibiotik tertinggi, serta menentukan segmen DU90% penggunaan antibiotik pasien rawat inap ISK dewasa di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2023. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang dilakukan analisis sebanyak 58 rekam medik. Hasil penelitian ini didapatkan pola penggunaan antibiotik berdasarkan jenis terapi terdiri dari terapi tunggal (74,14%), terapi kombinasi (10,34%), dan terapi pengganti (15,52%); berdasarkan golongan antibiotik terdiri dari golongan sefalosporin (47,95%), fluorokuinolon (39,73%), karbapenem (8,22%), penisilin (1,37%), linkosamid (1,37%), dan nitroimidazol (1,37%); berdasarkan rute pemberian terdiri dari rute peroral (9,59%) dan rute parenteral (90,41%). Nilai total DDD/100 patient-days sebesar 87,96 dan nilai DDD/100 patient-days antibiotik tertinggi adalah seftriakson dengan nilai DDD sebesar 43,68. Antibiotik yang termasuk dalam segmen DU 90% adalah seftriakson dan siprofloksasin parenteral.

Kata Kunci: Antibiotik, DDD/100 patient days, DU 90%, Infeksi Saluran Kemih

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI