DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | UJI ANTAGONIS Streptomyces sp. TERHADAP Colletotrichum sp. DARI BEBERAPA VARIETAS CABAI SECARA IN VITRO | |
| PENGARANG | : | NOOR ANISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-20 |
Tanaman cabai merupakan salah satu produk hortikulutra yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Kebutuhan cabai terus meningkat karena masyarakat Indonesia merupakan salah satu penggemar cabai terbesar didunia. Akhir - akhir ini terjadi penurunan produksi akibat serangan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. yang terus meningkat.Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi gangguan penyakit ini. Hingga saat ini pengendalian yang masih sering digunakan oleh petani cabai adalah penggunaan pestisida berbahan kimia yang apabila digunakandalam jangka panjang maka akan merusak lingkungan, sehingga perlu dilakukanmencari alternatif pengendalian secara hayati dengan agens antagonis salah satunya Streptomyces sp. yang merupakan salah satu kelompok mikroorganisme antagonis yang berpotensi digunakan sebagai agens pengendali hayati pada patogen penyebab penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Streptomyces sp. dalam menghambat pertumbuhan cendawan Colletotrichum sp. dari beberapa varietas cabai secara in vitro, yang didasarkan akan pentingnya tanaman cabai bagi perekonomian Indonesia dalam pertanaman hortikultura.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 – Februari 2025, bertempat di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Proteksi Tanaman, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Metode yang digunakan untuk identifikasi patogen Colletotrichum sp. mengacu pada metode rujukan atau referensi, sedangkan pengujian Colletotrichum sp. terhadap Streptomyces sp. dengan menggunakan metode uji ganda (dual culture). Metode yang digunakan untuk uji antagonis adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (varietas cabai besar, cabai keritingdan cabai rawit) yang masing-masing diulang sebanyak enam kali.
Hasil isolasi bagian buah cabai bergejala antraknosa untuk isolat cabai keriting (CK) yang memiliki ciri-ciri konidia berbentuk bulan sabit, ujung lancip, agak bengkok dan tidak lurus merupakan spesies dari Colletotrichum truncatum dan untuk isolat cabai besar (CB) dan cabai rawit (CR) terdapat kesamaan dengan ciri-ciri konidia berbentuk silinder dengan ujung tumpul yang diduga merupakan Colletotrichum gloeosporioides. Selanjutnya dilakukan uji antagonis Streptomyces sp. terhadap Colletotrichumsp. untuk mengetahui potensi bakteri antagonis. Hasil dari pengujian terbukti bahwa ketiga isolat bersifat antagonis yang ditandai dengan adanya mekanisme penghambatan berupa antibiosis. Data persentase penghambatan menunjukkan bahwa isolat kode cabai rawit (CR) memiliki penghambatan >50% yaitu sebesar 50,13% dan isolat kode cabai besar (CB) dan cabai keriting (CK) memiliki penghambatan sebesar 34,49% dan 30,34%. Uji antagonis Streptomyces sp. terhadap jamur penyebab antraknosa (Colletotrichum sp.) menghasilkan respons yang bervariasi. Perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan variasi dalam jumlah dan jenis metabolit sekunder yang diproduksi oleh Streptomyces sp. serta perbedaan karakteristik isolat yang digunakan dalam pengujian, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI