DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Uji Antagonis Streptomyces sp. Terhadap Pertumbuhan Pestalotiopsis sp.Penyebab Gugur Daun Karet Secara In Vitro
PENGARANG:DWINA ALIF ATIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-20


Tanaman karet memiliki nilai produksi relatif tinggi di Indonesia, tetapi akhir-akhir ini produktivitasnya mengalami penurunan danmengakibatkan kerugian yang cukup besar. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor salah satunya serangan penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp.. Berbagai alternatif pengendalian telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit gugur daun karet tetapi perlu dicari pengendalian yang ramah lingkungan, dan mudah didapat. Pengendalian biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis seperti Streptomyces sp., Trichoderma sp., dan Bacillus sp. sering dilakukan dan dinilai sebagai pengendalian alternatif yang ramah lingkungan. Namun, pengendalian menggunakan agens antagonis   Streptomyces sp. belum pernah dilakukan dalam mengendalikan penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Streptomyces sp. dalam menghambat pertumbuhan Pestalotiopsis sp. penyebab gugur daun karet secara in vitro. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakukan yaitu 3 isolat Streptomyces sp. dari lokasi yang berbeda dan 1 kontrol) dan setiap perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Pengujian dilakukan dengan metode dual culture.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa isolat Streptomyces sp. dari lahan asal Tajau Landung menunjukkan daya hambat tertinggi terhadap Pestalotiopsis sp. dengan persentase 50,66% serta menghasilkan zona bening (antibiosis) yang diduga karena isolat Streptomyces sp. mampu menghasilkan senyawa hidrolit seperti  kitinase akan mendegradasi dinding  sel  cendawan, sehingga cendawan tidak dapat tumbuh secara normal, terjadi perubahan permeabilitas sel, menghambat kerja enzim yang berperan dalam pertumbuhan patogen,  mengganggu  sintesis  protein  dan  asam nukleat. Isolat perbanyakan asal Gudang Hirang dan perbanyakan isolat asal Puntik menghambat pertumbuhan tetapi dengan efektivitas lebih rendah 30,88% dan 23,98%. Uji mekanisme menunjukkan isolat asal Tajau Landung bekerja melalui antibiosis, sedangkan isolat asal Gudang Hirang dan isolat asal Puntik menghasilkan mekanisme overgrowth dengan tumbuhnya hifa pada bagian atas bakteri Streptomyces sp. dan mengalami kerusakan seperti, hifa menjadi keriting serta terjadinya pembengkakan hifa. Hal ini diduga diakibatkan oleh adanya senyawa yang dihasikan bakteri Streptomyces sp. yang mengakibatkan defisit nutrisi sehingga mempengaruhi perkembangan hifa menjadi tidak normal.

Hasil dari inokulasi isolat asal Tajau Landung pada bibit karet menunjukkan adanya peningkatan pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman dibanding kontrol. Hal ini diduga kelompok mikroba Aktinomicetes seperti Streptomyces sp. memiliki kemampuan dalam mensintesis dan mampu meningkatkan konsentrasi beberapa hormon tanaman (asam giberelin, IAA, etilen, dan sitokin), fiksasi nitrogen asimbiotik, serta melarutkan fosfat, mineral serta mampu menghasilkan beberapa enzim yakni lipase, selulase, kitinase, protease, serta glukanase dan asam indol asetat. Diduga aplikasi Actinomycetes pada area rhizosfer tanaman akan dapat meningkatkan total P dan N tersedia, serta kandungan C organik.

Saran penelitian lebih lanjut perlu dilalukannya penelitiaan mengenai potensi Streptomyces sp. asal Tajau Landung dalam menghambat pertumbuhan Pestalotiopsis sp. penyebab penyakit gugur daun karet secara in vivo, juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait senyawa yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. yang mampu memacu pertumbuhan tanaman.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI