DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Uji Ketahanan Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) asal Lahan Basah
PENGARANG:RAHMA MAULIDINA PUTRI SAHIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-20


Penyakit hawar daun bakteri merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Penyakit ini dapat menurunkan hasil produksi secara kualitas maupun kuantitas, sehingga dapat merugikan petani. Salah satu strategi pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan yang dapat dilakukan yaitu dengan pengembangan dan penggunaan varietas tahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa varietas padi terhadap penyakit hawar daun bakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga bulan Maret 2025 yang bertempat di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca Fitopatologi Jurusan Proteksi Tanaman, Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan varietas (mayang, pandak, karang dukuh, siam madu murakarta dan siam marli) serta kontrol. Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 kali ulangan, dan kontrol sebanyak 2 ulangan per perlakuan, sehingga diperoleh 30 unit pot percobaan.

Sumber inokulum patogen Xoo berasal dari Lahan Basah di Sungai Ulin, Banjarbaru. Hasil isolasi secara makroskopis menunjukkan bahwa koloni bakteri berwarna kuning pucat hingga kekuningan, berbentuk bulat dan cembung. Warna kuning pada koloni bakteri menunjukkan adanya pigmen Xanthomodin, yang merupakan ciri khas dari bakteri genus Xanthomonas.Isolat patogenyang telah murni kemudian dilakukan uji gram dengan KOH 3% dan pewarnaan gram sebagai bagian dari identifikasi lebih lanjut. Hasil uji gram dengan KOH 3% menunjukkan bakteri gram negatif dengan reaksi positif, yang ditandai oleh terbentuknya lendir (stringing) dalam 30 detik setelah pencampuran isolat dengan larutan KOH 3%. Selanjutnya, hasil dari pewarnaan gram juga menunjukkan bahwa bakteri tersebut gram negatif, yang ditandai dengan sel bakteri berwarna merah muda hingga merah.

Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit dan ketahanan tanaman. Varietas Karang Dukuh dan varietas Siam Madu Murakarta menunjukkan masa inkubasi terpanjang, masing-masing 9,48 hari dan 9,10 hari, sedangkan varietas Siam Marl? memiliki masa inkubasi terpendek, yaitu 7,10 hari. Gejala awal penyakit hawar daun bakteri yang ditimbulkan yaitu bercak berwarna cokelat keabu-abuan yang terdapat pada ujung daun, yang kemudian secara perlahan menyebar ke arah pangkal daun dan menyebabkan daun layu serta mengering. Setelah tiga minggu pengamatan, nilai intensitas penyakit akhir adalah: Mayang 1,51% Pandak 1,55%, Karang Dukuh 1,05%, Siam Madu Murakarta 1,09%, dan Siam Marli 1,77%. Berdasarkan hasil tersebut, semua varietas yang diuji termasuk dalam kategori tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri.

 

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pengujian lebih lanjut terhadap varietas padi lainnya agar diperoleh informasi lebih banyak terkait varietas yang tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri. Inokulasi sebaiknya dilakukan tepat waktu agar hasil pengamatan lebih sesuai dan dapat menunjukkan respons ketahanan tanaman secara optimal. Selain itu, mengenai variabel pengamatan dapat ditambahkan terkait suhu dan kelembaban di lapangan, pH tanah, serta tinggi tanaman secara in vivo. Disarankan juga menggunakan tanaman dengan umur yang berbeda-beda untuk mengetahui pengaruh umur dalam ketahanan varietas terhadap serangan Xoo, sehingga hasil penelitian lebih bermanfaat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI