DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH FORMULASI PUPUK SUSULAN DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP HASIL JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) VARIETAS HATUNGUN | |
| PENGARANG | : | MALIYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-21 |
Maliyah. 2024. Pengaruh Formulasi Pupuk Susulan dan Interval Penyiraman terhadap Hasil Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) Varietas Hatungun. Pembimbing: Dr. Hilda Susanti, S.P., M.Si. dan Dr. Ir. H. Gusti Rusmayadi, M.Si.
Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi formulasi pupuk susulan dan interval penyiramanterhadap hasil jahe merah varietas Hatungun dan mengkaji pengaruh masing-masing faktor tunggal formulasi pupuk susulan dan interval penyiraman terhadap hasiljahe merah varietas Hatungun.Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Lahan Rawa, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Agustus 2024.
Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor. Faktor pertama adalah formulasi pupuk susulan yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 (pemupukan susulan I NPK 50 kg h-1; pemupukan susulan II NPK 50 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1; pemupukan susulan III NPK 100 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1), m2 (pemupukan susulan I NPK 50 kg h-1; pemupukan susulan II NPK 50 kg h-1 dan Phonska 100 kg h-1; pemupukan susulan III NPK 100 kg h-1 dan Phonska 100 kg h-1), m3 (pemupukan susulan I NPK 50 kg h-1; pemupukan susulan II NPK 25 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1; pemupukan susulan III NPK 50 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1), dan m4 (pemupukan susulan I NPK 200 kg h-1; pemupukan susulan II Phonska 150 kg h-1; pemupukan susulan III Phonska 150 kg h-1). Faktor kedua adalah interval penyiraman yang terdiri dari 4 taraf yaitu d1 (penyiraman 1 hari sekali), d2 (penyiraman 3 hari sekali), d3 (penyiraman 5 hari sekali), dan d4 (penyiraman 7 hari sekali. Pengamatan yang dilakukan adalah panjang rimpang (g), jumlah ruas per rimpang (ruas), jumlah anak rimpang, berat basah rimpang (g), berat per rimpang (g), kadar gingerol (%), berat basah tajuk (g), berat kering tajuk (g), berat basah akar (g), dan berat kering akar (g).
Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat interaksi antara formulasi pupuk susulan dan interval penyiramanterhadap semua peubah pengamatan hasil jahe merah varietas Hatungun.Faktor tunggal formulasi pupuk susulan hanya berpengaruh nyata terhadap kadar gingerol, formulasi pupuk susulan yang memberikan kadar gingerol paling tinggi (5,14%) dihasilkan tanaman jahe merah yang mendapatkan perlakuan formulasi pupuk susulan susulan I pupuk NPK 50 kg h-1, pemupukan susulan II pupuk NPK 25 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1, pemupukan susulan III pupuk NPK 50 kg h-1 dan Phonska 150 kg h-1. Faktor tunggal interval penyiraman berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anak rimpang, berat basah rimpang, berat per rimpang, berat basah dan kering tajuk, dan berat basah dan kering akar. Interval penyiraman yang memberikan pengaruh terbaik adalah interval penyiraman 1 hari sekali.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI