DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KARAKTERISTIK KOPI ROBUSTA KAIT-KAIT KABUPATEN TANAH LAUT DENGAN METODE NATURAL PROSES MENGGUNAKAN DRYING BED
PENGARANG:RAHMAD HIDAYAT
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-23


Kopi robusta ( Coffea canephora ) ialah jenis kopi di mana banyak dibudidayakan di Indonesia sekaligus menjadi salah satu komoditas unggulan. Kopi robusta mempunyai karakteristik rasa lebih pahit, sedikit asam, serta memuat kafein lebih tinggi daripada kopi arabika. Di desa Kait-Kait, para petani menerapkan proses pascapanen natural pada buah kopi robusta. Namun, beberapa rangkaian proses dilaksanakan dengan kurang tepat, seperti memetik kopi yang tidak matang dan sudah busuk, tidak mencuci buah kopi, dan menjemur buah kopi di atas tanah atau aspal. Hal ini menyebabkan mutu kopi yang dihasilkan tidak bagus dan harga jualnya rendah. Penelitian ini bermaksud guna mengetahui pengaruh metode pengengiran buah kopi yang dikeringkan dengan memakai drying bed dan yang dikeringkan diatas tanah terhadap mutu fisik biji kopi mentah (greenbean) dan karakteristik sensori cupping kopi sangrai (roastbean), serta nilai tambah dari kopi yang diproses dengan memakai metode pengeringan natural proses. Penelitian ini memakai metode eksplorasi  deskriptif. Sampel yang dipakai ialah buah kopi robusta dari Desa Kait-Kait yang dipanen pada tingkat kematangan merah. Penelitian dilaksanakan di Kaits Roastery, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada bulan September-Desember 2024. Proses pengeringan dilaksanakan dengan dua perlakuan, yakni memakai drying bed dan di atas tanah. Tiap intervensi diulang sejumlah dua kali. Indikator yang diamati meliputi mutu fisik dan penggolongan mutu green bean (kadar air, nilai kotoran, keberadaan serangga hidup, dan bau busuk/kapang, nilai cacat), karakteristik sensori cupping roast bean (aroma, rasa, aftertaste, keasaman, body, keseimbangan, kemanisan, kebersihan, keseragaman, cacat, dan nilai keseluruhan), dan nilai tambah. Hasil Pada penelitian ini metode pengeringan berpengaruh terhadap kualitas hasil mutu biji kopi mentah , mutu biji kopi mentah yang dikeringkan memakai alat drying bed mempunyai kualitas mutu lebih baik yakni mutu 3 sedangkan untuk biji kopi mentah yang dikeringkan diatas tanah mempunyai mutu 4a dan terdapat atribut cacat. Pada karakteristik sensori cupping kopi sangrai (roastbean) kopi yang dikeringkan memakai drying bed mempunyai karakteristik rasa yang lebih bersih atau tanpa rasa cacat, dengan rasa dan aroma seperti brown sugar, dark chocolate, & nutty, dan sensasi rasa yang kuat & tebal. Kopi yang dikering diatas tanah mempunyai karakteristik rasa yang kurang bersih atau mempunyai rasa cacat (earthy), dengan rasa dark chocolate, brown sugar, nutty, earthy, dan woody, dan mempunyai sensasi rasa yang kuat dan tebal. Kopi yang dikeringan dengan memakai metode drying bed mempunyai penambahan nilai lebih tinggi yakni sejumlah Rp. 42.333/Kg, sedangkan pada kopi yang dikeringkan diatas tanah mendapatkan penambahan nilai sejumlah Rp. 41.666/Kg.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI