DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE DENGAN VARIASI WAKTU KONTAK FITOREMEDIASI DALAM MENYISIHKAN KANDUNGAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN AMONIA (NH3-N) | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD AKBAR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-23 |
Salah satu industri yang aktif adalah industri tempe yang umumnya beroperasi sebagai home industry berskala kecil. Volume limbah cair yang dihasilkan menjadi perhatian penting dalam pengelolaan home industry ini, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Pengolahan limbah menggunakan kombinasi filtrasi dan fitoremediasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengolah limbah cair tempe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik awal limbah cair tempe, menganalisis dan mengidentifikasi persentase efisiensi per set pengolahan dalam menurunkan kandungan TSS dan amonia (NH3-N) dan menganalisis variasi waktu kontak (Hydraulic Retention Time) dengan penurunan terbesar pada unit fitoremediasi dalam menurunkan kandungan polutan pada limbah cair tempe. Penelitian ini dilaksanakan dalam skala laboratorium dengan 6 set reaktor yang terdiri unit filtrasi dengan media filter 20 cm pasir silika ukuran 8-16 mesh, 25 cm kerikil ukuran 13-19 mm dan 10 cm karbon aktif tempurung kelapa ukuran 4-8 mesh, dan unit fitoremediasi dengan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Hasil penelitian menunjukkan penurunan terbesar terjadi pada set A2 dengan efisiensi penurunan pada pengolahan filtrasi sebesar 90,40% dan pengolahan fitoremediasi sebesar 83,79% dengan efisiensi set pengolahan keseluruhan sebesar 96,65% untuk parameter Total Suspended Solid (TSS). Efisiensi penurunan pada pengolahan filtrasi sebesar 16,39% dan pengolahan fitoremediasi sebesar 88,59% dengan efisiensi set pengolahan keseluruhan sebesar 90,20% untuk parameter amonia (NH3-N). Persamaan regresi untuk parameter TSS menggunakan model regresi polinomial orde 2 dengan persamaan y = -0,161x2 + 3,6897x + 77,538 dan R2=1. Persamaan regresi untuk parameter amonia (NH?-N) menggunakan model regresi polinomial orde 2 dengan persamaan y = -0,7333x2 + 16,329x + 0,2384 dan R2=1. Kinetika reaksi pada pengolahan limbah cair tempe untuk penurunan parameter TSS menggunakan persamaan orde reaksi nol (0) dengan tingkat kepercayaan mencapai 50% yang diperoleh dari nilai R2 sebesar 0,5047 dan nilai rata-rata tetapan laju reaksi k = 450,70 hari-1. Kinetika reaksi untuk penurunan parameter amonia (NH?-N) menggunakan persamaan orde reaksi nol (0) dengan tingkat kepercayaan mencapai 38% yang diperoleh dari nilai R2 sebesar 0,3815 dan nilai rata-rata tetapan laju reaksi k = 5,87 hari-1. Waktu kontak fitoremediasi yang paling besar dalam menurunkan kandungan polutan adalah 10 hari dengan kandungan TSS sebesar 65 mg/L dan kandungan amonia (NH3-N) sebesar 6,38 mg/L.
Kata kunci: Limbah Cair Tempe, Fitoremediasi, Eceng Gondok, Waktu Kontak, TSS, Amonia (NH3-N)
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI