DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Penambahan Karet Ban Sebagai Bahan Substitusi Pada Kadar Aspal Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) | |
| PENGARANG | : | M. RAIHAN FIRDAUS | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-23 |
Peningkatan kebutuhan infrastruktur jalan di Indonesia menjadi suatu masalah serius seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur jalan yang baik berperan penting dalam memperlancar akses dan mobilisasi barang dan jasa. Penggunaan limbah karet ban bekas dalam pembangunan infrastruktur telah menjadi perhatian utama dalam upaya mengurangi dampak lingkungan. Limbah karet ban bekas dan aspal memiliki persamaan sifat yaitu termoplastis dan viskoelastis. Dengan persamaan tersebut, pencampuran antar material ini diharapkan dapat membentuk suatu campuran yang lebih elastis dan tahan terhadap deformasi. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam campuran beraspal panas yaitu jenis Laston Lapis Aus/Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang diharapkan dapat meningkatkan durabilitas campuran. Limbah karet ban bekas dapat digunakan sebagai bahan pengganti sebagian aspal, yang dapat mengurangi kebutuhan dari bahan aspal konvensional.
Pada penelitian ini menggunakan material yang diuji terlebih dahulu dengan persyaratan dan prosedur yang mengacu pada SNI dan Spesifikasi Bina Marga 2024 untuk campuran aspal AC-WC. Kadar aspal rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Kemudian dilakukan substitusi karet ban terhadap kadar aspal rancangan dengan variasi kadar karet 4%, 6% dan 8%. Campuran AC-WC tanpa dan dengan substitusi karet ban ini diuji di laboratorium dengan metode marshall untuk mendapatkan kadar aspal optimum dan nilai-nilai karakteristik marshall yang memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2024. Dilakukan juga analisis dari hasil perbandingan nilai karakteristik marshall yaitu, stabilitas, flow, MQ, VIM, VMA, VFB, dan density dari KAO campuran AC-WC tanpa substitusi karet ban dengan subitusi karet ban.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar aspal optimum 5,75% pada campuran AC-WC tanpa substitusi karet ban. Sedangkan untuk campuran AC-WC dengan substitusi karet ban 4%, 6% dan 8% diperoleh kadar aspal optimum secara berurutan sebesar 5,53%, 5,63% dan 5,66%. Nilai dari stabilitas marshall, MQ, density, VMA, VFB, IRSpada kondisi KAO campuran AC-WC dengan substitusi karet ban lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi KAO campuran AC-WC tanpa substitusi karet ban. Sedangkan nilai flow, VIM, VIM refusal pada KAO campuran AC-WC dengan substitusi karet ban lebih rendah dibandingkan dengan kondisi KAO campuran AC-WC tanpa substitusi karet ban.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI