DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Model Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Perkotaan dan Perdesaan Provinsi Kalimantan Selatan (Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023)
PENGARANG:HALIMATUS SAKDIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-24


Prevelensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,36% tahun 2018 menjadi 8,60% di tahun 2023 berdasarkan data SKI dan menempati peringkat ke-1 sebagai PTM terbanyak. Di Kalimantan Selatan, prevalensi mencapai 8,80%, dengan prevalensi lebih tinggi di wilayah perkotaan (10,6%) dibanding perdesaan (8,8%). Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi di perkotaan dan perdesaan. Metode yang digunakan yaitu cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 15.357 responden. Instrumen menggunakan kuesioner SKI 2023. Analisis berupa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan umur (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), status obesitas (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), status merokok (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), aktivitas fisik (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), konsumsi garam (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), stres (p-value=0,003 di perkotaan dan p-vaue=0,0001 perdesaan), riwayat diabetes (p-value=0,0001 di perkotaan dan perdesaan), konsumsi buah dan sayur (p-value=0,511 di perkotaan dan p-vaue=0,370 perdesaan). Kesimpulannya terdapat hubungan umur, status obesitas, status merokok, aktivitas fisik, konsumsi garam, stres, riwayat diabetes dengan kejadian hipertensi di perkotaan dan perdesaan Provinsi Kalimantan Selatan. Tidak terdapat hubungan konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi di dua wilayah. Hasil akhir model menunjukkan bahwa umur sebagai variabel paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di perkotaan dan perdesaan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI