DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PERSENTASE LIMBAH PENEBANGAN KAYU DI PT. KARYA DELTA PERMAI | |
| PENGARANG | : | ALDIANSYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-24 |
ABSTRAK
ALDIANSYAH. 2025. “Analisis Persentase Limbah Penebangan Kayu Di PT. Karya Delta Permai”. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Ir. Rosidah Radam, M.P. dan Ir. Hj. Noor Mirad Sari, M.P.
Kata Kunci: Limbah penebangan, persentase limbah, rendemen kayu, PT. Karya Delta Permai, efisiensi pemanenan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase limbah penebangan kayu dan rendemen yang dihasilkan di PT. Karya Delta Permai, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, sebagai upaya mengukur efisiensi dan memberikan masukan untuk keberlanjutan operasi penebangan. Penelitian dilaksanakan pada areal tebangan blok RKT 2021 petak 16 M, pengukuran 30 pohon yang dipilih secara Random Sampling dari lima jenis kayu utama yaitu Keruing, Gerunggang, Nyatoh, Meranti Kuning, dan Meranti Merah. Data primer yang dikumpulkan meliputi volume batang bebas cabang sebagai input awal, volume kayu siap sarad sebagai output, serta volume limbah penebangan yang terdiri dari limbah pangkal dan ujung. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata persentase limbah penebangan kayu secara keseluruhan mencapai 16,05% dari total volume input, sementara rata-rata rendemen yang dihasilkan adalah 83,95%. Terdapat variasi persentase limbah antar jenis kayu, dengan Nyatoh menunjukkan persentase limbah tertinggi (19,09%) dan Meranti Kuning terendah (13,03%), sedangkan jenis lainnya seperti Gerunggang (18,38%), Meranti Merah (15,08%), dan Keruing (14,67%) juga menunjukkan variasi yang signifikan. Sebaliknya, Meranti Kuning mencatatkan rendemen tertinggi (86,97%) dan Nyatoh terendah (80,91%). Limbah yang dominan dihasilkan berupa tunggak, terutama pada pohon berbanir, serta sisa potongan ujung dan pangkal log, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti teknik penebangan yang kurang optimal, arah rebah pohon, pemotongan batang yang tidak presisi, dan adanya cacat alami pada kayu. Meskipun demikian, nilai rendemen yang relatif tinggi mengindikasikan bahwa pemanfaatan kayu pada petak yang diteliti sudah cukup baik. Untuk peningkatan lebih lanjut, disarankan adanya pelatihan berkelanjutan bagi pekerja mengenai teknik pemotongan yang tepat, peningkatan dan penggunaan peralatan yang lebih efisien untuk mengurangi jumlah limbah, serta melakukan kajian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan limbah penebangan untuk produk bernilai tambah seperti bioenergi atau bahan komposit.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI