DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PRODUKSI PADI, HARGA GABAH, INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA, DAN HET PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP NILAI TUKAR PETANI PADI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:NIDA MUSYARROFAH MZ
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-24


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan nilai tukar petani padi di Provinsi Kalimantan Selatan dan menganalisis pengaruh produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsidi terhadap Nilai Tukar Petani Padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan dari bulan September tahun 2024-Mei tahun 2025. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Bank Indonesia, dan Peraturan Menteri Pertanian. Data yang digunakan yakni data nilai tukar petani padi, produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET (harga eceran tertinggi) pupuk bersubsidi jenis urea dari tahun 2018 hingga tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan dalam satuan bulan. Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani (NTP) padi, produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan mengalami fluktuasi pada periode tahun 2018 hingga tahun 2022. Hasil analisis regresi linear berganda uji F menunjukkan bahwa produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsdidi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani (NTP) padi. Sedangkan, uji t menunjukkan bahwa produksi padi, harga gabah, inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh nyata terhadap nilai tukar petani (NTP) padi sementara HET pupuk bersubsidi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai tukar petani (NTP) padi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI