DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KARAKTERISASI EKSTRAK DAUN BENALU (Dendrophthoe pentandra) POHON KETAPANG KENCANA TERHADAP VARIASI WAKTU SONIKASI
PENGARANG:Alfina Azkia
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-25


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi ekstrak daun benalu (Dendrophthoe pentandra) yang tumbuh pada pohon ketapang kencana terhadap variasi waktu sonikasi. UV-Vis, FTIR, dan SEM digunakan untuk mengkarakterisasi ekstrak daun benalu. Ekstrak daun benalu didapatkan dengan metode maserasi, dimana daun benalu direndam dalam etanol 96% selama 24 jam, kemudian dikeringkan dan sebagian diencerkan dengan etanol 96% sambil disonikasi dengan variasi waktu 1, 2, 3 jam. Puncak serapan maksimum dari sampel ekstrak benalu tanpa perlakuan sonikasi menunjukkan adanya klorofil dan antosianin pada puncak serapan 537 nm, 607 nm, dan 661 nm, dengan nilai absorbansi sebesar 1,05 A; 0,91 A; dan 2,49 A berturut-turut. Gugus fungsi yang ditemukan diantaranya O-H, C-H (stretching), C-H (Bending), dan C-O pada masing-masing bilangan gelombang 3321,55 cm-1; 2944,33 cm-1 dan 2832,19 cm-1; 1449,74 cm-1; 1019,50 cm-1. Proses pemecahan molekul belum sepenuhnya terjadi dikarenakan belum terlihatnya bekas pecahan molekul pada SEM. Peningkatan nilai absorbansi tertinggi ada pada sampel A2, terjadi peningkatan berturut-turut sebesar 0,47 A; 0,42 A; dan 0,37 A pada puncak serapan maksimum 538 nm, 608 nm, dan 656 nm. Sampel A1, A2, dan A3 juga menunjukkan adanya klorofil dan antosianin. Pada sampel A1, A2, dan A3 terdeteksi gugus fungsi tambahan yaitu C=O pada bilangan gelombang 1649,56 cm-1 dan vibrasi C-H aromatik pada bilangan gelombang 878,81 cm-1 yang diakibatkan oleh frekuansi saat sonikasi. Pada A1 masih belum terlihat bekas pemecahan molekul seperti yang terlihat pada sampel A2 dan A3 dikarenakan proses pemecahan belum sepenuhnya terjadi. Sampel A2 merupakan sampel dengan waktu paling optimal untuk sonikasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI