DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KUALITAS SEMEN CAIR KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIPRESERVASI PENGENCER TRIS KUNING TELUR DAN SARI BUAH MENGKUDU | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD ADE RIFANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-25 |
MUHAMMAD ADE RIFANI. Kualitas Semen Cair Kambing Peranakan Etawa Yang Dipreservasi Pengencer Tris Kuning Telur dan Sari Buah Mengkudu, dibimbing oleh Muhammad Riyadhi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan tingkat konsentrasi terbaik penambahan sari buah mengkudu pada tris kuning telur sebagai pengencer semen cair dalam mempertahankan kualitas semen cair kambing PE. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan yang terdiri dari: 100% TKT sebagai kontrol (P1), 95% TKT + 5% SBM (P2), 90% TKT + 10% SBM (P3), 85% TKT+ 15% SBM. Masing-masing perlakuan dievaluasi meliputi motilitas dan viabilitasnya setiap hari hingga motilitas minimal 40%. Pelaksanaan penelitian meliputi: persiapan; pembuatan pengencer semen; koleksi semen; evaluasi kualitas semen; pengenceran dan evaluasi semen cair. Data motilitas dan viabilitas dianalisis mengunakan software SPSS versi 2.1 dari IBM®. Data disajikan dalam bentuk rerata dan standar deviasi.
Hasil karakteristik spermatozoa segar kambing PE hasil penelitian ini adalah, rata-rata volume 1,05 ml, berwarna putih susu, bau khas, derajat keasaman 6,45, konsistensi sedang, gerakan masa (++), konsentrasi spermatozoa 3.028 juta/ml, motilitas 75,00%, dan viabilitas 80,00%. Hasil penelitian motilitas dan viabilitas pada hari keenam menunjukkan P3 (41,25%; 47,25%) dan P4 (45,25%; 52,50%) masih sesuai standar motilitas 40% dan masih layak dilakukan IB, sedangkan P1 (27,50%; 36,75%), P2 (36,25%; 45,25%) sudah tidak layak dilakukan IB dikarenakan telah dibawah standar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, semakin tinggi konsentrasi SBM yang diberikan, maka semakin baik pula motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing PE. Hal tersebut diduga adanya pengaruh antioksidan yang meliputi vitamin C, flavonoid, karoten, xeronin dan proxeronin pada penggunaan pengencer yang menggunakan SBM membuat kualitas spermatozoa menjadi lebih baik serta dapat bertahan lebih lama, hal ini menunjukan bahwa ada peranan atau keikut sertaan antioksidan pada SBM dalam mempertahankan kualitas spermatozoa kambing PE. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan SBM ke dalam pengencer TKT dapat mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing PE selama preservasi pada suhu 3-5°C sampai pada hari ke-6, berdasarkan persentase motilitas dan viabilitas yang dievaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kombinasi TKT dengan SBM 15% dapat mempertahankan kualitas spermatozoa kambing PE selama preservasi pada suhu 3-5°C sampai pada hari ke-6, dan masih layak digunakan dalam program IB.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI