DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN RAWA GAMBUT
PENGARANG:FEBTY DARA GARNISDYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-26


FEBTY DARA GARNISDYA. “Pengaruh Pupuk Organik dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Lahan Rawa Gambut”, dibimbing olehJoko Purnomo dan Bakti Nur Ismuhajaroh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh interaksi pemberian pupuk organik dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan rawa gambut. 2) Pengaruh masing-masing dari faktor tunggal pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan rawa gambut. 3) Kombinasi takaran pupuk organik dan pupuk NPK pada tanah gambut yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung lahan rawa terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 4 bulan, mulai dari bulan Maret 2024-Juni 2024. Dilaksanakan di Jl. Indah Lestari 2, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

              Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk organik (O) terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf. Faktor pertama yang diberikan adalah pupuk organik (O) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu o0 = pupuk organik dengan dosis 0 t ha-1, o1 = pupuk organik dengan dosis 1,5 t ha-1, o2 = pupuk organik dengan dosis 3 t ha-1  dan faktor kedua yang diberikan yaitu p0= pupuk NPK dengan dosis 0 kg ha-1, p1 = pupuk NPK dengan dosis 150 kg ha-1, p2 = pupuk NPK dengan dosis 300 kg ha-1. Kombinasi perlakuan berjumlah 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga didapat 27 satuan percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati dalam penelitian ini yaitu: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), dan waktu muncul bunga (HST), sedangkan parameter hasil yang diamati yaitu: berat brangkasan kering (g), berat tongkol dengan klobot (g), berat tongkol tanpa klobot (g), panjang tongkol tanpa klobot (cm), diameter tongkol tanpa klobot (mm), dan hasil tongkol per ha-1 (ton).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk organik dengan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Perlakuan tunggal pupuk organik berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan kering dan diameter tongkol tanpa klobot. Perlakuan tunggal organik dengan perlakun 3 t ha-1 (o2) menghasilkan berat brangkasan kering 25,59  g dan perlakuan faktor tunggal pupuk organik dengan dosis 1,5 t ha-1 (o1) menghasilkan diameter tongkol tanpa klobot 45,81 mm. Perlakuan tunggal pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 dan 6 MST, jumlah daun umur 4, 5, dan 6 MST, diameter batang umur 4, 5, dan 6 MST, waktu muncul bunga, dan berat brangkasan kering. Perlakuan tunggal pupuk NPK  dengan dosis 150 kg ha-1 (p1) menghasilkan tinggi tanaman 123,20 cm pada 5 MST dan 152,60 cm pada 6 MST. Perlakuan faktor tunggal pupuk NPK dengan dosis 150 kg ha-1 (p1) menghasilkan jumlah daun 7 helai pada 4 MST, 8 helai pada 5 MST, dan 11 helai pada 6 MST. Perlakuan faktor tunggal pupuk NPK dengan dosis 300 kg ha-1 (p1) menghasilkan diameter batang 13,35 mm pada 4 MST, 16,21 mm pada 5 MST, dan 19,77 mm pada 6 MST. Perlakuan faktor tunggal pupuk NPK pada waktu muncul bunga pada dosis 300 kg ha-1 (p2)  menghasilkan nilai tertinggi yaitu 49 HST. Perlakuan tunggal pupuk NPK dengan dosis 150 kg ha-1 (p1) menghasilkan berat brangkasan kering 24,74 g.  Kombinasi takaran pupuk organik 3 t ha-1 dengan pupuk NPK 150 kg ha-1 menghasilkan tongkol dengan klobot 11,35-16,07 t ha-1 yang lebih rendah dibandingkan dengan deskripsi varietas 33,0-34,5 t ha-1.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI