DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS LIMA METODE PENGENDALIAN PENYAKIT MOLER PADA BAWANG MERAH DENGAN AGENSIA ANTAGONIS Penicillium oxalicum DI LAHAN GAMBUT | |
| PENGARANG | : | RIZKY FADHILAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-30 |
RIZKY FADHILAH.Efektivitas lima metode pengendalian penyakit moler pada bawang merah dengan agensia antagonis Penicillium oxalicum di lahan gambut dibimbing oleh Salamiah.
Penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum merupakan masalah utama dalam budidaya bawang merah (Allium cepa L.), terutama pada lahan gambut dengan tingkat kemasaman yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas lima metode aplikasi pengendalian penyakit moler menggunakan agen antagonis Penicillium oxalicum pada tanaman bawang merah di lahan gambut. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok menggunakan lima perlakuan, yaitu: (1) tanpa inokulasi, (2) inokulasi F. oxysporum tanpa antagonis, (3) aplikasi P. oxalicum dengan metode kocor, (4) aplikasi P. oxalicum dengan pembawa biochar, dan (5) aplikasi P. oxalicum dengan metode enkapsulasi.
Variabel pengamatan yang digunakan adalah kejadian penyakit, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, jumlah anakan, berat basah umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa inokulasi memiliki tingkat kejadian penyakit terendah (15%), sedangkan kejadian penyakit tertinggi pada tanaman terinfeksi (65%). Aplikasi P. oxalicum dengan metode pembawa biochar (55%) dan enkapsulasi (57%) menunjukkan efektivitas yang lebih baik daripada metode kocor (62%) dalam menekan penyakit dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Perlakuan dengan biochar dan enkapsulasi menunjukkan berat basah umbi paling berat dibandingkan dengan perlakuan lainnya, tetapi tidak berbeda nyata dengan hasil dan diameter umbi tanaman sehat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI