DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS STOK DAN TINGKAT PEMANFAATAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN MUARA KINTAP PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:SAUPIAN SYAURY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-06-30


ABTRAK

Saupian Syaury (2010713310001), Program Studi Perikanan Tangkap, Analisis Stok Dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Bawal Putih (Pampus argenteus) yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap Provinsi Kalimantan Selatan. Di bawah bimbingan Bapak Ir. H. Iriansyah, S.Pi, M.Si.

Pampus Argenteus merupakan jenis ikan yang mempuyai ciri khusus seperti, memiliki bentuk tubuh sangat pipi lateral (punggung bongkok), muncung sangat pendek, sirip dada tidak runcing dan tidak memiliki sirip perut. Sirip ekor bercagak, bagian sirip bawah lebih panjang, warna badan pada bagian atas berwarna abu-abu sedangkan pada badan bawah berwarna putih keperakan, terdapat bintik-bintik hitam (sangat kecil) pada hampir semua bagian tubuh bawal putih, dan sirip punggung agak sedikit berwarna gelap. Dilihat asal-usulnya, ikan bawal putih ini bukan dari Indonesia, akan tetapi berasal dari negeri Samba, Ikan ini dibawa ke Indonesia oleh para importis ikan hias. Stok ikan didefinisikan sebagai kelompok individu, himpunan tertentu dari spesies, mempunyai parameter stok (populasi) yang sama, menempati wilayah geografi tertentu, tidak melakukan percampuran (minimal) dengan stok ikan di wilayah sekitarnya. Metode penelitian ini mencakup observasi langsung dilapangan, wawancara dengan nelayan, dokumentasi alat tangkap dan hasil tangkapan. Berdasarkan hasil pengambilan data. Produksi adalah sesuatu yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan produksi, nilai dan jumlah rata-rata per alat tangkap ialah lampara 467,4 kg dengan rata-rata 46,74 kg, JIH (jaring insang hanyut) 121 kg dengan rata-rata 12,1 kg, JIL (jaring insang lingkar) 724 kg dengan rata-rata 72,4 kg, dan pancing 78,6 kg dengan rata-rata 7,86 kg. Upaya penangkapan Bawal putih di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap dengan alat tangkap lampara dasar antara tahun 2015-2024 berfluktuasi. Rata-rata Upaya penangkapan bawal putih pada kurun waktu 2015-2024 sebesar 9,875 trip. Upaya penangkapan terendah dilakukan pada tahun 2023 sebesar 234 trip dan tertinggi dilakukan pada tahun 2016 sebesar 2,730 trip. Nilai CPUE Tahunan Ikan Bawal Putih di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap (2015–2024). Selama periode 2015 hingga 2024, CPUE ikan bawal putih yang tertangkap menggunakan alat tangkap lampara dasar menunjukkan kisaran antara 0,00000 hingga 0,157991 kg/trip. Nilai CPUE tertinggi tercatat pada tahun 2015, yakni sebesar 0,157991 kg/trip. Sementara itu, nilai terendah, yaitu 0,00000 kg/trip, tercatat pada tahun 2020, 2022, dan 2024. Total akumulasi CPUE dalam 10 tahun dengan alat tangkap ini adalah 0,315803 kg/trip, dengan rata-rata tahunan sebesar 0,03158 kg/trip. Persamaan yang didapat dari hubungan antara effort Standar dan CPUE standar  yaitu nilai linear Y= -0,0007 X + 1.071 dan R2 = 0,2982. Berdasarkan pendugaan model schafer diperoleh nilai a intercept berjumlah 1,07009 dan berjumlah b slope -0,00071. Nilai MSY dapat dilihat pada gambar 4.7. yaitu sebesar 405,9046 kg/tahun dengan upaya penangkapan optimal atau fopt yaitu sebesar 758,64 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan sumberdaya bawal putih di Pelabuhan Perikanan Muara Kintap dalam waktu (2015 sampai 2024) menunjukkan fluktuasi yang cukup terlihat, dengan nilai antara 0,00 % sampai 169,46%. Pemanfaatan tertinggi tercatat pada tahun 2024, dengan nilai mencapai 169,46%. sehingga menimbulkan potensi tekanan berlebih terhadap stok sumber daya ikan dan mengarah pada kondisi tangkap lebih (overfishing). 169,46% dan terendah pada tahun 2022 dengan nilai 0,00%.

 

Kata Kunci : Analisis, Bawal Putih, CPUE, MSY, Tingkat pemanfaatan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI