DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | THE EFFECT OF THE APPLICATION OF ORGANIC AGRICULTURE ON HORTICULTURAL CROPS IN BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD HIZRIAN FAUZAN SAPUTRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-06-30 |
Perubahan iklim dan praktik pertanian konvensional yang masih bergantung pada pupuk kimia, pestisida, dan herbisida telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, tanah, dan udara, serta penurunan produktivitas lahan. Pertanian organik muncul sebagai solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk dan ketahanan pangan. Di Banjarbaru, mayoritas petani masih menggunakan metode semi-organik atau non-organik, meskipun mereka menyadari keunggulan produk organik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertanian organik pada tanaman hortikultura serta faktor-faktor yang memengaruhi adopsinya oleh petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian terdiri dari 30 petani di Banjarbaru, yang meliputi petani organik dan konvensional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik untuk menggali persepsi dan tantangan yang dihadapi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman seperti cabai keriting dan cabai rawit mengalami peningkatan produktivitas, sementara bawang daun dan bayam justru menurun. Mayoritas petani masih mengandalkan metode semi-organik dengan menggabungkan pupuk organik dan kimia, serta memiliki ketergantungan tinggi terhadap pestisida kimia. Meskipun demikian, pertanian organik terbukti meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menghasilkan produk yang dinilai lebih berkualitas oleh responden. Kendala utama dalam adopsi pertanian organik adalah kurangnya dukungan pemerintah dan terbatasnya akses pasar untuk produk organik. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa pertanian organik memiliki potensi besar untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan kualitas produk hortikultura di Banjarbaru. Namun, untuk mendorong adopsi yang lebih luas, diperlukan dukungan pemerintah melalui pelatihan, subsidi, pengembangan infrastruktur, dan perluasan akses pasar. Dengan demikian, transisi menuju pertanian organik dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, konsumen, dan lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI