DIGITAL LIBRARY



JUDUL:DINAMIKA PERIKANAN TEMPIRAI KAWAT (WIRE STAGE TRAP) DI PERAIRAN DESA SEI IJUM RAYA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMATAN TENGAH
PENGARANG:NIKA SELVIANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-01


Penelitian ini dilaksanakan dengan mengidentifikasi Tempirai Kawat Amor (Wire Stage Trap) di Perairan Desa Sei Ijum Raya Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimatan Tengah, yang meliputi konstruksi tempirai kawat amor, komposisi dan proporsi kawat amor, tingkat keberlangsungan hidup hasil tangkapan, dan produktivitas tempirai kawat. Tempirai kawat merupakan alat tangkap tradisional yang beroperasi secara pasif dengan prinsip perangkap, yang memanfaatkan kebiasaan ikan untuk masuk namun menyulitkan mereka keluar. Penelitian dilakukan selama 10 hari dengan metode observasi, partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi deskripsi konstruksi alat, metode pengoperasian, komposisi dan proporsi hasil tangkapan, tingkat keberlangsungan hidup hasil tangkapan, serta produktivitas alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tempirai kawat terdiri dari lima bagian utama, dengan ukuran celah kawat 1,5 cm yang ditujukan untuk menangkap ikan berukuran kecil seperti sepat rawa. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus) sebanyak 88,57% berdasarkan berat dan 98,71% berdasarkan jumlah ekor. Jenis ikan lain yang tertangkap sebagai tangkapan sampingan adalah papuyu, biawan, gabus, dan lele limbat. Perbandingan hasil tangkapan siang dan malam menunjukkan bahwa malam hari menghasilkan jumlah dan berat tangkapan yang lebih tinggi. Tingkat keberlangsungan hidup tertinggi diperoleh dari metode tempirai timbul dengan nilai 97,12%, sementara tempirai tenggelam hanya mencapai 83,70%. Produktivitas tertinggi terjadi pada trip ke-3 sebesar 6,112 g/menit, dan produktivitas rata-rata selama penelitian adalah 2,445 g/menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tempirai kawat efektif sebagai alat tangkap ramah lingkungan untuk perairan rawa, khususnya pada malam hari, dan penggunaan metode tempirai timbul lebih disarankan untuk menjaga kualitas ikan tangkapan. Penelitian ini memberikan kontribusi informasi teknis yang berguna dalam pengelolaan alat tangkap tradisional dan strategi penangkapan yang berkelanjutan.

 

Kata kunci: tempirai kawat, perikanan tangkap, sepat rawa, produktivitas, rawa, keberlangsungan hidup

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI