DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PERUBAHAN PUNCAK DEBIT BANJIR SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PADA SUB DAS BATANG ALAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
PENGARANG:FERY ZA UMAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-01


ABSTRAK

Analisis Perubahan Puncak Banjir Sebagai Akibat Perubahan Tata Guna Lahan pada Sub DAS Batang Alai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

 

Fery Za Umar

NIM. 2320828310002

 

Dr. Novitasari, S.T., M.T.

NIP. 19751124 200501 2 005

 

 

Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang paling sering terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2024, dengan tercatat sebanyak 814 kejadian di berbagai wilayah. Salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana ini adalah Sub-DAS Batang Alai yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Wilayah ini kerap terdampak oleh luapan sungai serta debit air kiriman dari daerah hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab banjir di Sub-DAS Batang Alai, menganalisis dampak perubahan tata guna lahan terhadap debit puncak banjir, serta memberikan rekomendasi pengelolaan lahan guna mereduksi risiko banjir di masa mendatang.

Metode penelitian yang digunakan mencakup pengumpulan data sekunder seperti data hidrologi, tata guna lahan, topografi, jenis tanah, serta data spasial sungai. Pemodelan hidrologi dilakukan dengan perangkat lunak HEC-HMS yang dipadukan dengan HEC-GeoHMS untuk menunjang efisiensi proses simulasi. Data curah hujan harian maksimum dari lima pos pengamatan digunakan sebagai input utama dalam model ini. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan, terutama konversi hutan lahan kering menjadi lahan pertanian campur dan semak belukar, menyebabkan peningkatan signifikan pada debit puncak banjir, baik di bagian hulu maupun di outlet DAS.

Dari hasil analisis, dihasilkan bahwa antara tahun 1996 hingga 2000 terjadi peningkatan debit puncak untuk periode ulang 2 – 100 tahun berkisar dari 28.6% sampai 35.5% di hulu (PDA Batu Tangga) dan pada bagian hilirnya pada tahun 2000 hingga 2023 terjadi penurunan debit dari 10.1% sampai 12.2%. Sedangkan pada bagian hilir (Outlet DAS Batang Alai) dari tahun 1996 hingga 2000 terjadi peningkatan debit puncak untuk periode ulang 2 – 100 Tahun berkisar dari 10.5% sampai 13.3 % di hulu dan pada tahun 2000 hingga 2023 terjadi penurunan debit dari 0.7% sampai 1.2%, kecuali untuk periode ulang 2 tahun cenderung tetap.

 

Kata Kunci: banjir, HEC-HMS, tata guna lahan, debit puncak, Sub-DAS Batang Alai

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI