DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kegagalan Regenerasi Petani pada Masyarakat Pertanian Lahan Basah di Kampung Lepasan | |
| PENGARANG | : | AHMAD RIDUAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-02 |
Ahmad Riduan, 2025. Skripsi. Kegagalan Regenerasi Petani pada Masyarakat Pertanian Lahan Basah di Kampung Lepasan. Dosen Pembimbing Setia Budhi. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja pertimbangan pemuda dalam memilih pekerjaan serta menganalisis bagaimana proses terbentuknya konstruksi realitas sosial baru dalam masyarakat pertanian di Kelurahan Lepasan hingga akhirnya diterima masyarakat. Temuan penelitian dianalisis menggunakan teori Konstruksi Realitas Sosial dari Peter berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penulisan fenomenologi. Dalam penelitian ini, informan yang didapatkan berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian temuan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran orientasi kerja pada pemuda. Pergeseran ini diawali dengan adanya berbagai permasalahan yang dihadapi petani. Permasalahan ini membuat produktivitas petani semakin menurun, akhirnya menyebabkan penghasilan yang didapatkan petani menjadi tidak menentu. Berdasarkan dari pengalaman-pengalaman buruk yang telah dilalui petani, mayoritas pemuda tidak tertarik untuk melanjutkan usaha tani keluarganya. Sebagian lainnya hanya memposisikan bertani sebagai pekerjaan sampingan atau hanya memposisikan dirinya sebagai pemilik lahan sekaligus pemodal. Sedangkan bertani hanya dilakukan pemuda ketika mereka tidak memiliki pilihan pekerjaan lain. Terdapat beberapa pertimbangan yang mempengaruhi keputusan pemuda dalam memilih pekerjaan seperti adanya dorongan orang tua, pengetahuan mengenai cara bertani, meningkatnya taraf pendidikan, dan adanya kesempatan kerja di bidang lain. Tentunya terdapat langkah-langkah telah dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bakumpai guna menyelesaikan permasalahan krisis regenerasi petani dan menarik kembali minat pemuda agar sektor pertanian di Kelurahan Lepasan tetap berlanjut. Tetapi faktanya hingga sekarang belum ada program yang bisa menyelesaikan masalah ini. Pada prosesnya, realita yang terbentuk di Kelurahan Lepasan sudah melalui 3 proses dialektis mulai dari eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Setelah melalui ketiga proses tersebut, baru realita ini dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi pedoman hidup yang akan diteruskan pada generasi selanjutnya di Kelurahan Lepasan.
Kata kunci: Masyarakat pertanian lahan basah, regenerasi petani, konstruksi sosial
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI