DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HARGA YANG HARUS DI BAYAR : FENOMENA BEAUTY PENALTY PADA MAHASISWI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | HAURA ZHAFIRAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-02 |
Haura Zhafirah, 2025 “Harga Yang Harus Di Bayar: Fenomena Beauty Penalty Pada Mahasiswi Kota Banjarmasin”. Dibimbing oleh Varinia Pura Damaiyanti, S.Sos, M.Si.
Perempuan yang memiliki kecantikan yang sesuai dengan standar di masyarakat sering kali dianggap selalu beruntung, karena ada nya beauty privilege. Beauty privilege adalah keuntungan sosial yang didapat seseorang karena penampilan menarik, seperti perlakuan lebih baik, peluang karier lebih mudah, diterima di lingkungan sosial, serta mendapat perhatian dan validasi dari masyarakat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana beauty privilege menjadi paradoks dikalangan Mahasiswa Kota Banjarmasin yang dapat merugikan dan menjadi beban sosial, serta mengetahui apa saja tekanan sosial yang dirasakan oleh Mahasiswa dalam bersosialisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme simbolik George Herbet Mead dan Teori mitos kecantikan Naomi Wolf, peneliti dapat memahami bagaimana bagaimana perempuan yang dianggap cantik memahami dan menginternalisasi makna sosial kecantikan melalui interaksi sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kecantikan yang ada dalam masyarakat tidak hanya membawa keuntungan tetapi juga diiringi dengan konsekuensi yang memberikan beban sosial kepada perempuan. (2) Perempuan yang dianggap cantik sering kali harus menghadapi kecemburuan sosial dan konflik sosial karena mendapat perhatian lebih dari lawan jenis dianggap sebagai ancaman bagi perempuan lain dalam lingkup sosial nya. (3) Mereka yang dianggap cantik juga sering dikait kan pada stereotip yang merugikan dan membatasi kebebasan dalam berekspresi serta pengembangan potensi, mereka juga rentan terhadap objektifikasi dan pelecehan. (4) Perempuan mengalami tekanan sosial untuk terus tampil sempurna dan memenuhi ekspetasi sosial tentang penampilan fisik mereka.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI