DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Lahan Permukiman Terhadap Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2016-2036 | |
| PENGARANG | : | MELINDA NOVIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-02 |
Melinda Novianti, 2024, NIM 2010416320033, “Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Lahan Permukiman Terhadap Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2016-2036”, Pembimbing Dr. Nasruddin, M.Sc.
Evaluasi kesesuaian permukiman terhadap arahan RTRW dapat didekati oleh analisis pola keruangan dan analisis proses keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan pola keruangan pemanfaatan lahan permukiman di Kabupaten Tanah Laut Tahun 2016-2023 dan mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan permukiman di Kabupaten Tanah Laut terhadap arahan RTRW Kabupaten Tanah Laut Tahun 2016 – 2036.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi keseuaian pemanfaatan lahan permukiman terhadap arahan RTRW. Identifikasi tutupan lahan permukiman menggunakan klasifikasi terbimbing dengan algoritma minimum distance.
Hasil penelitian menunjukan identifikasi lahan permukiman di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan trend peningkatan pada luasan dari Tahun 2016 yaitu 1.190 ha (0,3%), menjadi 1.434 ha (0,4%) pada Tahun 2019, dan 2.009 ha (0,5%) pada Tahun 2023. Pola permukiman terhadap geomorfologi (bentuklahan) dari 17 bentuklahan yang terdapat permukiman, terbagi 14 bentuklahan yang memiliki pola mengelompok (clustured) dan 3 bentuklahan memiliki pola menyebar (dispersed). Pola permukiman terhadap topografi yaitu mengelompok (clustured) untuk permukiman dalam kemiringan datar, berombak dan bergelombang. Pola permukiman yang memiliki pola menyebar (dispersed) untuk topografi berbukit kecil, berbukit, dan bergunung. Permukiman terhadap menunjukkan 6 wilayah kecamatan yang dilewati jalan nasional dan 11 kecamatan yang dilewati jalan kabupaten memiliki pola menyebar, 7 wilayah kecamatan yang dilewati jalan provinsi dengan 6 wilayah kecamatan pola mengelompok dan 1 wilayah kecamatan pola menyebar, dan permukiman yang dilewati jalan desa dengan pola mengelompok pada 10 wilayah kecamatan dan 1 wilayah kecamatan dengan pola menyebar. Hasil kesesuaian lahan permukiman yang sesuai terhadap pola ruang kawasan permukiman pada Tahun 2016 seluas 1.064,772 ha, Tahun 2019 seluas 1.267,823 ha dan Tahun 2023 seluas 1.722,871 ha. Permukiman mengalami alih fungsi lahan ke kawasan budidaya selain peruntukkan kawasan permukiman pada Tahun 2016 seluas 101,018 ha, Tahun 2019 seluas 157,910 ha dan Tahun 2023 seluas 275,860 ha. Terdapat ketidaksesuain akibat alih fungsi permukiman ke kawasan lindung Tahun 2016 seluas 4,621 ha, Tahun 2019 seluas 8,032 ha dan Tahun 2023 seluas 10,619 ha. Berdasarkan olah data Google Earth Engine dan hasil proyeksi menunjukkan hasil sejak Tahun 2016 sampai Tahun 2036 pemanfaatan lahan permukiman terhadap pola kawasan permukiman masih belum terpenuhi. Hasil proyeksi diketahui bahwa jumlah penduduk dan luas lahan permukiman akan terus mengalami trend peningkatan. Terdapat hubungan yang selalu linear antara jumlah penduduk dan luas lahan permukiman, ketika jumlah penduduk meningkat, luas permukiman cenderung bertambah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI