DIGITAL LIBRARY



JUDUL:LIMA METODE PENGENDALIAN PENYAKIT MOLER PADA TANAMAN BAWANG MERAH MENGGUNAKAN Bacillus pseudomycoides DI LAHAN GAMBUT
PENGARANG:ILHAM PUDJA RAHARDJA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-02


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode aplikasi yang paling efektif digunakan dalam mengendalikan penyakit moler pada tanaman bawang merah di lahan gambut menggunakan agensia antagonis dari golongan bakteri yaitu Bacillus pseudomycoides. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan mengenai metode aplikasi pengendalian penyakit moler pada tanaman bawang merah secara ramah lingkungan yang paling efektif untuk diterapkan di lahan gambut.

Penelitian ini dilakukan di Lahan Gambut di Desa Tegal Arum, Kecamatan Landasan Ulin, Kalimantan Selatan, pada bulan Juli s.d Desember 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu tanpa perlakuan (t0), inokulasi fusarium tanpa Bacillus pseudomycoides (t1), aplikasi Bacillus psedomycoides dengan cara dikocor (t2), aplikasi Bacillus psedomycoides dengan pembawa biochar (t3), dan aplikasi Bacillus psedomycoides dengan cara enkapsulasi (t4). Parameter yang diamati mencakup, persentase kejadian penyakit, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, serta bobot basah umbi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode biochar memberikan efektivitas tertinggi dalam menghambat perkembangan penyakit moler dengan persentase kejadian penyakit sebesar 55%. Sedangkan, metode kocor dapat meningkatkan hasil panen bawang merah dibandingkan metode lainnya. Dengan demikian, penggunaan agensia antagonis Bacillus pseudomycoides melalui teknik kocor dan biochar berpotensi menjadi alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan bagi penyakit moler di lahan gambut.   

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI