DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FENOMENA PENYEMBUHAN DIRI (SELF-HEALING) MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI FKIP ULM DALAM MENANGGULANGI STRES AKADEMIK
PENGARANG:NAIRA NURUL ASSYIFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-03


Naira Nurul Assyifa, 2025. Fenomena Penyembuhan Diri (Self-Healing) Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Lambung Mangkurat Dalam Menanggulangi Stres Akademik. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing : Rochgiyanti.

Kata Kunci : Self-healing, stres akademik, mahasiswa, kesehatan mental, coping mechanism.

Fenomena self-healing menjadi salah satu respons adaptif mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Self-healing merupakan proses penyembuhan diri secara mandiri yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan emosional dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab stres akademik pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Lambung Mangkurat. (2) Menjelaskan metode self-healing yang diterapkan mahasiswa dalam mengatasi stres akademik. (3) Mengungkap kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan self-healing.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang mengalami gejala stres akademik dan telah menerapkan self-healing dengan jumlah informan 10 orang, 7 perempuan dan 3 laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor penyebab stres akademik meliputi faktor eksternal yaitu tekanan dari tuntutan keluarga, konflik dalam pertemanan, dan tekanan dari dosen serta tekanan internal seperti overthinking dan perfeksionisme. (2) Metode self-healing yang diterapkan mahasiswa bervariasi, mulai dari mendengarkan musik, jalan-jalan, olahraga, bermain game, hingga berkonsultasi dengan psikolog. (3) Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan self-healing antara lain keterbatasan finansial dan tidak adanya teman atau partner untuk mendampingi dalam proses penyembuhan diri.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa self-healing menjadi strategi penting mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan akademik. Meskipun bersifat personal, keberhasilan penerapan selfhealing dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan psikologis mahasiswa.Saran dalam penelitian ini ditujukan bagi mahasiswa agar lebih terbuka dalam mengelola stres dan berani mencari bantuan profesional bila diperlukan, serta bagi institusi pendidikan untuk menyediakan ruang aman dan dukungan psikologis yang memadai bagi mahasiswa. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI