DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Tingkat Bahaya Erosi di Kawasan Rehabilitasi PT. Arutmin Indonesia Blok Bunglai V Sub-Sub DAS Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar
PENGARANG:EKO NOR HARDANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-04


ABSTRAK

 

 

EKO NOR HARDANTO. 2025. Analisis Tingkat Bahaya Erosi di Kawasan Rehabilitasi PT. Arutmin Indonesia Blok Bunglai V Sub-Sub DAS Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar”. Tesis. Program Studi Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Muhammad Ruslan, M.S. dan Prof. Dr. Kissiengger, S.Hut., M.Si.

 

Kata Kunci: Unit Lahan, Tingkat Bahaya Erosi dan Arahan Rehabilitasi

 

Di Desa Bunglai V Sub-Sub DAS Riam Kanan Kecamatan Aranio terdapat kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan berupa hutan tanaman dengan berbagai tingkat kelerengan, diduga tingkat bahaya erosi yang terjadi masih relatif tinggi, maka dikhawatirkan akan berdampak negatif pada lingkungan sub-sub DAS tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis variasi dari tingkat bahaya erosi yang diduga terjadi dan merumuskan upaya rehabilitasi hutan dan  lahan  berdasarkan variasi tingkat bahaya erosi di Desa Bunglai V Sub-Sub DAS Riam Kanan Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, pengamatan lapangan terhadap data biofisik, serpeti vegetasi, lahan, dan data iklim. Data dianalisis menggunakan model USLE, tabulasi, dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bunglai V Blok A tingkat bahaya erosi bervariasi dari kelas I-R (Ringan) 4,59 ha, II-S (Sedang) 8.58 ha, hingga ke III-B (Berat) 11,56 ha. Di Desa Bunglai V Blok B tingkat bahaya erosinya bervariai dari kelas I-R (Ringan) 20,41 ha, II-S (Sedang) 9.75 ha, hingga ke tingkat bahaya erosi III-B (Berat) 11,35 ha.Arahan rehabilitasi hutan dan lahan yang direkomendasikan terdapat 2 (dua) kelompok,  yaitu di Blok A: (a) penutup lahan hutan tanaman (hutan sekunder/hutan tanaman) unit lahan UL-0A1 tingkat kelerengan landai tetap dipertahankan sebagai hutan sekunder/hutan tanamandengan tumbuhan bawahnya berupa tanaman pangan semusim dengan teras guludan serta penanamannya menurut garis kontur seluas 4,59 ha, (b) penutup lahan hutan tanaman (hutan sekunder/hutan tanaman) unit lahan UL-0A2 dan UL-A03 tingkat kelerengan agak curam dan curam tetap dipertahankan sebagai hutan sekunder/hutan tanaman dengan tumbuhan bawahnya berupa cover crops dengan teras guludan serta penanamannya menurut garis kontur seluas 20,14 ha. Di Blok B kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan juga  terdiri dari: (a) Penutup lahan Hutan Tanaman (hutan sekunder/hutan tanaman) unit lahan UL-0B1 tingkat kelerengan datar UL-0B2 kelerengan landai tetap dipertahankan sebagai hutan sekunder/hutan tanaman dengan tumbuhan bawahnya berupa tanaman pangan semusim dengan teras guludan serta penanamannya menurut garis kontur dengan luas 4,59 ha, dan (b) Penutup lahan Hutan Tanaman (hutan sekunder/hutan tanaman) unit lahan UL-0A2 dan UL-A03 tingkat kelerengan agak curam dan curam tetap dipertahankan sebagai hutan sekunder/hutan tanaman dengan tumbuhan bawahnya berupa cover crops dengan teras guludan serta penanamannya menurut garis kontur seluas 21,10 ha.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI