DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POTENSI PEMANFAATAN TANAMAN KELAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS) KHAS KALIMANTAN SELATAN UNTUK MENGHASILKAN BIO-OIL MELALUI CO-PYROLYSIS DENGAN BATUBARA KUALITAS RENDAH (LIGNITE) | |
| PENGARANG | : | HILDA NUR FADILAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-07 |
Tanaman kelakai banyak ditemukan di area lahan basah pulau Kalimantan dan Sumatra. Kelakai yang sering diolah oleh masyarakat yaitu batang dan daunnya yang muda sedangkan bagian tanaman kelakai yang sudah tua belum dimanfaatkan secara ekonomis. Biomassa (seperti kelakai) dapat diubah menjadi biofuel melalui pirolisis. Pirolisis adalah dekomposisi termal senyawa organik dalam biomassa pada suhu tinggi tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan bio-oil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari studi kinetika reaksi pada proses co-pyrolysis kelakai dan lignit dan menganalisa pengaruh komposisi bahan baku terhadap yield dan kualitas bio-oil pada proses co-pyrolysis kelakai dan lignit. Penelitian ini menggunakan metode fast pyrolysis dengan bahan baku kelakai dan lignit pada rasio pencampuran yang berbeda (1:0, 1:3, 1:1, 3:1 dan 0:1) selama 1 jam dengan menggunakan flowrate N2 200 ml/menit. Suhu pirolisis ditentukan dengan menggunakan data kurva analisis thermogravimetry (TGA) serbuk kelakai dan lignit. Analisis kinetika dilakukan dengan metode Coats–Redfern untuk menentukan energi aktivasi (Ea) dan faktor pre-eksponensial (A), sedangkan produk bio-oil dianalisis berdasarkan yield, nilai kalor, sifat fisik, dan komposisi senyawa. Hasil menunjukkan bahwa nilai energi aktivasi berada pada kisaran 10,22–10,98?kJ/mol dengan nilai R² sebesar 0,76–0,95 yang mengindikasikan bahwa reaksi berlangsung secara efisien dan menunjukkan efek sinergis antara kelakai dan lignit. Hasil bio-oil dengan variasi KL10, KL13, KL11, KL31, KL01 analisis yield, nilai kalor pada rentang 7697,65-9005,475 cal/g bio-oil terbaik diperoleh pada rasio KL13 dengan nilai kalor tertinggi sebesar 9005,47?cal/g, pH pada rentang 4,16-5,67, peningkatan rasio kelakai dan lignit menghasilkan peningkatan densitas 1,1065-1,3350?kg/m³ dan viskositas 90,88-297,46?cPs yang menunjukkan tingginya kandungan senyawa aromatik dari lignin. Komposisi senyawa kimia menunjukkan bahwa rasio campuran yang tepat dapat mengoptimalkan pembentukan senyawa energi tinggi dan mengurangi kandungan senyawa asam yang bersifat korosif. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa co-pyrolysis limbah kelakai dan lignit memiliki potensi sebagai pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku bioenergi alternatif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI