DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH VARIASI KANDUNGAN SERBUK BATUBARA DAN DEBU BATU SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) | |
| PENGARANG | : | rizqi anggreyni nur putri | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-07 |
Pembangunan infrastruktur teknik yang berkelanjutan sangat memerlukan jalan sebagai sarana penghubung antar wilayah. Jalan adalah salah satu bentuk infrastruktur yang paling umum digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Perkerasan jalan yang berkualitas tentu memerlukan bahan material yang dapat meningkatkan kekuatan pada perkerasan jalan, namun dalam pelaksanaan struktur perkerasan jalan sering kali dijumpai berbagai kendala, salah satunya adalah sulitnya memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan akibat terbatasnya bahan, terutama filler yang berasal dari debu batu yang sulit diperoleh. Oleh karena itu, perlu dicari inovasi sebagai alternatif bahan filler lainnya. Salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi besar adalah batubara, sehingga dilakukan penelitian eksperimen mengenai penggunaan serbuk batubara sebagai filler pada campuran aspal lapis permukaan, khususnya untuk lapisan aspal AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh variasi serbuk batubara dan debu batu sebagai filler terhadap karakteristik marshall pada campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course).
Dalam penelitian ini, material yang digunakan telah melalui pengujian di laboratorium sesuai dengan SNI dan Spesifikasi Bina Marga 2018. Variasi kadar aspal yang direncanakan adalah 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, dan 6,5%. Sedangkan, perbandingan antara filler debu batu dan serbuk batubara yang digunakan adalah 100% debu batu, 80% : 20%, 50% : 50%, 20% : 80%, dan 100% serbuk batubara. Untuk menentukan nilai kadar aspal optimum dalam campuran, penelitian ini menggunakan metode Marshall test yang mengukur parameter karakteristik marshall yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, MQ, dan kepadatan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa nilai KAO untuk variasi filler 100% debu batu mencapai 5,60%, dengan nilai stabilitas, MQ, VIM, VMA, Refusal, dan IKS lebih tinggi dibandingkan dengan campuran yang menggunakan 100% serbuk batubara, yang memiliki nilai KAO sebesar 5,55% dan flow serta VFA yang lebih tinggi. Dengan demikian, variasi yang lebih banyak menggunakan filler serbuk batubara kurang dianjurkan untuk digunakan sebagai material dalam campuran aspal.
Kata kunci: AC-WC, Filler, Debu Batu, Serbuk Batubara, Karakteristik Marshall
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI