DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Menjadi “Ladies” : Social Climber Dan Gaya Hidup Hedonis Pada Remaja Putri Di Kota Banjarmasin” | |
| PENGARANG | : | IRIANTI UTAMI YURIZAL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-08 |
ABSTRAK
IRIANTI UTAMI YURIZAL. Menjadi “ Ladies” : Social Climber Dan Gaya Hidup Hedonis Pada Remaja Putri Di Kota Banjarmasin”
Penelitian ini memiliki tujuan:(1) Menjelaskan latar belakang remaja melakukan social climber (2) Menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan remaja untuk melakukan social climber. (3) Menjelaskan para remaja yang melakukan social climber dalam mempersepsi diri sebagai seorang ladies.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian melakukan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskritif, dan penelitian lapangan. Penelitian mengguanaka instrumen observasi partisipan, wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan pertemanan yang memiliki gaya hidup hedonis merupakan sebuah bentuk gaya hidup yang muncul setelah terjadi modernisasi massive dilingkungan kita saat ini makna dari gaya hidup hedonis lingukung pertemanan maksud dari hal-hal yang dirasakan menyenangkan didunia adalah berorientasi kepada hal-hal yang berhubungam dengan material. Kondisi ekonomi yang sangat buruk hal ini membuat remaja menjadi PSK. Seperti anak remaja pada umumnya, para remaja ini sesungguhnya mencari jati diri. Remaja yang suka dengan hal baru sperti teknologi, model pakaian terbaru, gaya rambut terbaru, dan lainnya. Tetapi orang tua mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka, sehingga mereka terjun penjadi PSK. Dari segi teknologi mereka mempunyai handphone yang sangat canggih yang harganya lumayan mahal. Upaya yang dilakukan remaja untuk dapat melakukan social climber hal yang dapat diusahakan untuk mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam sebuah partisipasi baik secara induvidu ataupun kelompok. Wood mengatakan pemikiran dan perilaku mereka terbentuk karena setiap orang memiliki motif untuk berada pada lingkungan sosial tertentu. Kehidupan social climber memiliki budaya yang mereka ciptakan sendiri yang meliputi seluruh perangkat tata nilai dan perilaku. Upaya yang dilakukan itu dengan cara bekerja untuk memenuhi kehidap, memiliki simpanan pria kaya, dan memanipulasi orang tua. Remaja pelaku social climber dalam mempersepsi diri mereka sebagai seorang ladies bawhasanya Pekerjaan ladies berkesempatan mendapatkan uang lebih banyak dan popularitas menjadi alasan utama mereka. Dalam beberapa kasus, wanita memang mendapatkan gaji yang lebih rendah jika pekerjaan kantoran dari pria. Namun menjadi ledies bukanlah pekerjaan mudah, kadang mendapatkan kejahatan apalagi perihal kesahatan akan sangat rentan.Pekerjaan ladies yang di maksud adalah melayani pria yang lebih tua jauh dari umur ladies tersebut, masuk kategori om-om.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI