DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Hormon Testosteron Pada Masa Kawin Bekantan (Nasalis larvatus) Di Pulau Curiak Untuk Pemantauan Kesehatan Reproduksi
PENGARANG:IBNU ADZIE SAPUTRO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-08


Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Kalimantan yang status konservasinya terancam akibat degradasi habitat dan penurunan populasi. Sebagai satwa liar yang dilindungi, upaya konservasi memerlukan pemantauan fisiologis, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui analisis hormon testosteron menggunakan metode non-invasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kadar metabolit hormon testosteron pada feses bekantan jantan di Stasiun Riset Pulau Curiak saat musim kawin. Penelitian ini menggunakan metode Non-invasif dengan rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel feses segar dari individu bekantan jantan dewasa di habitat alami. Pengujian analisis kadar hormon menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) di Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasil analisis yang didapat menunjukkan kadar metabolit hormon testosteron pada feses bekantan jantan di Stasiun Riset Pulau Curiak berada dalam kisaran 161,262 hingga 215,430 ng/gr feses, dengan nilai rata-rata sebesar 192,479 ng/gr feses. Nilai kadar tersebut menunjukkan bahwa individu bekantan jantan di habitat alami memiliki aktivitas hormonal yang tinggi dan bervariasi, mencerminkan kondisi fisiologis yang aktif secara reproduktif selama musim kawin. 

Kata kunci: bekantan, ELISA, musim kawin, non-invasif, testosteron

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI