DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BIOKOAGULAN ALAMI DARI BIJI KELOR (Moringa oleifera) DALAM PENYISIHAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) | |
| PENGARANG | : | NADELLA RACHMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-08 |
Limbah cair dari industri tahu merupakan topik penting dalam bidang lingkungan karena dapat menyebabkan polusi air dan berbagai masalah kesehatan. Jenis limbah ini dihasilkan dari proses pengolahan kedelai, yang menyebabkan tingkat ChemicalOxygenDemand(COD)yangtinggi.Penggunaankoagulanalamidapat membantu mengurangi COD dengan menghilangkan materi organik melalui proses koagulasi-flokulasi. Di Indonesia, biji kelor merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai koagulan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan biokoagulan biji kelor dalam mengurangi tingkat COD dalam limbah tahu, serta untuk menguji variasi pH, variasi dosis, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan mempengaruhi proses tersebut. Dalam penelitian ini, variasi pH 4,74, 6, 7, dan 8 diuji, bersama dengan dosis biji kelor sebesar 1 gram, 3 gram, 5 gram, dan 7 gram. Pengadukan dilakukan pada 100 rpmselama2menitdan40rpmselama10menituntuksetiap500mllimbahtahu. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwamenggunakandosis5grampadapH7dapat mengurangi COD sebesar 81,02%, dari 1161,07 mg/L menjadi 220,39 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa biokoagulan biji kelor memiliki potensi untuk mengurangi tingkat COD dalam limbah tahu untuk memenuhi standar baku mutu.
KataKunci:BijiKelor,Koagulasi-Flokulasi,ChemicalOxygenDemand (COD), Limbah Cair Industri Tahu
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI