DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL SERTA SEDIAAN GEL DAUN LOLIPOP (Pachystachys lutea Nees) PADA INFEKSI ULKUS DIABETIKUM
PENGARANG:AISHA AQIFAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-09


Tanaman lolipop (Pachystachys lutea Nees), secara tradisional digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi diare dan infeksi cacing kremi, terutama pada anak-anak, dengan memanfaatkan bagian daun, bunga, dan akarnya. Ekstrak etanol daun P. lutea diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid, dan kuinon yang diduga memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antibiofilm ekstrak etanol daun P. lutea, baik secara in vitro maupun in vivo. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 10%, 20%, dan 30%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Berdasarkan hasil pengujian, ekstrak tidak menunjukkan pembentukan zona hambat, yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Sementara itu, uji aktivitas antibiofilm secara in vitro yang dilakukan menggunakan metode mikrodilusi dan pembacaan nilai absorbansi pada panjang gelombang 595 nm dengan alat microplate reader menunjukkan bahwa ekstrak pada konsentrasi 0,125%, 0,25%, 0,5%, dan 1% memiliki aktivitas dalam menghambat pembentukan dan menghancurkan struktur biofilm Staphylococcus aureus, yang ditunjukkan melalui nilai persentase penghambatan biofilm.Selain itu, uji in vivo pada hewan uji tikus dengan luka akibat infeksi Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa pemberian sediaan gel ekstrak daun P. lutea mampu menghambat pembentukan biofilm.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI