DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Debit Banjir Rencana pada DAS Maluka menggunakan HEC-HMS
PENGARANG:THALIA REYSHA SARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-09


Banjir merupakan salah satu peristiwa bencana alam yang sering terjadi di Indonesia yang secara tidak langsung berdampak pada ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Provinsi Kalimantan Selatan tidak luput dari bencana ini, termasuk pada DAS Maluka. Banjir terjadi saat adanya intensitas curah hujan yang tinggi sehingga air meluap ke permukaan. Analisis banjir lebih lanjut diperlukan untuk dapat menangani banjir dengan pendekatan hidrologis yaitu menirukan perilaku aliran menggunakan simulasi HEC-HMS. Penelitian diawali dengan melakukan pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan untuk mendapatkan debit aktual, sedangkan data sekunder diperoleh untuk analisis hidrologi dan pemodelan hujan. Data hujan pada stasiun dan data hujan satelit GSMaP di DAS Maluka dianalisis untuk mengetahui keakuratan data hujan satelit. Hasil analisis menunjukkan korelasi yang rendah dan menyebabkan untuk analisis selanjutnya menggunakan data hujan aktual dengan panjang data adalah 7 tahun, bukan menggunakan data hujan satelit.Pengujian data hujan stasiun dilakukan dengan frekuensi terpilih yaitu Log Pearson III, kemudian persamaan Mononobe diterapkan untuk mendapatkan distribusi hujan dan perhitungan debit empiris dengan metode Melchior. Untuk simulasi debit banjir rencana menggunakan metode SCS dan Snyder dibantu perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendapatkan karakteristik DAS berdasarkan kemiringan lahan, tata guna lahan, dan jenis tanah. Analisis debit simulasi dan debit empiris dilakukan untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 200 tahun dengan hasil yang meningkat sering waktu. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa hasil debit simulasi HEC-HMS lebih besar daripada empiris dan aktual. Berdasarkan pengolahan data dengan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS) diperoleh bahwa sebagian besar wilayah DAS Maluka memiliki tanah lempung yang bersifat sulit menyerap air (30,049%) dan memiliki kemiringan lahan dominan datar (81,02%) yang dapat menghambat air. Peran tata guna lahan berupa persawahan (33,762%) tidak terlalu berpengaruh terhadap banjir tetapi berpotensi menyebabkan air tergenang. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI