DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PADA TERMINAL KHUSUS BATUBARA PT XYZ DI TANJUNG PEMANCINGAN KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:NOR ALFINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-09


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan dari setiap tahapan kegiatan operasional di Terminal Khusus Batubara PT XYZ dengan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Metode LCA yang digunakan mengacu pada SNI ISO 14040:2016, meliputi empat tahapan utama yaitu penentuan tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, penilaian dampak lingkungan, dan interpretasi hasil. Batasan sistem penelitian ini adalah gate to gate, dengan unit fungsional 1 ton produk batubara yang diproses dalam sistem operasional terminal. Inventarisasi dilakukan terhadap seluruh input dan output lingkungan pada setiap tahapan operasional, mulai dari coal barging, barge in loading, coal receiving, coal stockpiling, water treatment stockpiling, coal reclaiming from stockpile, hingga shiploading to vessel by mother vessel. Pengolahan data inventaris awal dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan penilaian dampak lingkungan dilakukan menggunakan SimaPro 9.0.0.48 dengan 3 metode penilaian dampak yaitu CML-IA Baseline, ReCiPe 2016 Midpoint (H), dan Cumulative Energy Demand (CED). Penilaian mencakup 12 kategori dampak lingkungan yaitu Global Warming Potential 100a (GWP 100a), Ozone Layer Depletion, Acidification, Eutrophication, Abiotic Depletion (fossil dan non-fossil), Human Toxicity (carcinogenic dan non-carcinogenic), Water Consumption, Land Use Change, serta Penggunaan Energi (renewable dan non-renewable). Hasil analisis menunjukkan bahwa proses water treatment stockpiling merupakan hotspot utama dalam sistem, dengan kontribusi penggunaan energi non-renewable sebesar 47382,702 MJ yang berasal dari penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan air. Proses coal barging juga tergolong sebagai hotspot signifikan dengan kontribusi penggunaan energi non-renewable sebesai 32708,282 MJ yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar. Kedua tahapan ini memberikan dampak paling dominan, sehingga perlu menjadi prioritas dalam strategi pengelolaan lingkungan bekelanjutan. Rekomendasi pengelolaan mencakup pengurangan penggunaan bahan kimia melalui penerapan media filtrasi berbasis bahan organik dan melakukan optimalisasi efisiensi penggunaan bahan bakar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI