DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Kenyamanan Iklim Pada Wilayah Pariwisata Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:BINSAR ARIES HAPOSAN MANALU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-09


RINGKASAN

Binsar Aries Haposan Manalu. 2025. Analisis Kenyamanan Iklim pada Wilayah Pariwisata Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Idiannoor Mahyudin, M.Si.; Dr. Ir. Gusti Rusmayadi, M.Si.; Dr. Trisnu Satriadi, S. Hut, M.Si.

 

Kota Banjarbaru memiliki potensi dalam bidang pariwisata. Faktor cuaca dan iklim menjadi tantangan dalam upaya pengembangan pariwisata. Keadaan iklim memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan  pariwisata bagi wisatawan maupun penyedia wisata. Pemahaman mendalam tentang kondisi iklim lokal dan tingkat kenyamanan menjadi sangat penting dalam pariwisata.

Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kenyamanan iklim pariwisata di Kota Banjarbaru dengan menggunakan metode Temperature Humidity Index (THI), Holiday Climate Index (HCI), dan Humidex. Kemudian menentukan waktu terbaik untuk mengunjungi pariwisata di Kota Banjarbaru berdasarkan hasil analisis kenyamanan iklim. Kalender pariwisata yang dihasilkan menjadi acuan dalam penentuan waktu terbaik kunjungan pariwisata di Kota Banjarbaru.

Penelitian dilakukan di Kota banjarbaru dengan menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data parameter iklim suhu udara, kelembapan relatif, curah hujan, tutupan awan, dan kecepatan angin yang bersumber dari data observasi Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan dan data reanalisis dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) periode 2015 - 2024. Kemudian dilakukan perhitungan rata-rata bulanan terhadap setiap parameter iklim. Setelah mendapatkan nilai rata-rata setiap parameter iklim, dilakukan koreksi dan verfikasi data observasi dengan data model/data reanalisis sehingga mendapatkan data model terkoreksi. Data model terkoreksi digunakan dalam perhitungan indeks kenyamanan iklim yang digunakan yaitu THI, HCI, dan Humidex. Setelah mendapatkan nilai perhitungan dari ketiga indeks, dilakukan analisis temporal terhadap hasil perhitungan yang didapatkan.

Dalam hasil penelitian diperoleh kondisi klimatologi Kota Banjarbaru. Koreksi dan verifikasi data model dengan data observasi menghasilkan data model terkoreksi yang mendekati data observasi. Hasil ini menunjukkan adanya perbaikan akurasi data model. Dalam analisis kondisi tingkat kenyamanan iklim, didapatkan bahwa indeks kenyamanan iklim dengan metode THI menghasilkan tingkat kenyamanan iklim ditoleransi sepanjang tahun. Dengan metode HCI didapatkan nilai indeks dengan tingkat kenyamanan ditoleransi pada bulan Januari hingga bulan April dan bulan November hingga bulan Desember. Kenyamanan iklim dengan tingkat baik terjadi pada bulan Mei hingga bulan Oktober. Dalam metode HCI, tingkat kenyamanan iklim ditoleransi menunjukkan kategori tidak nyaman dan tingkat kenyamanan iklim baik menunjukkan kategori nyaman. Kenyamanan iklim dengan metode Humidex menunjukkan hasil tidak nyaman sepanjang tahun bahkan sangat tidak nyaman pada bulan Mei. Hal ini terjadi karena tingginya suhu udara rata-rata pada bulan Mei yang sesuai dengan kondisi klimatologi Kota Banjarbaru. Kemudian hasil indeks kenyamanan iklim divisualisasikan dalam bentuk kalender wisata. Dalam analisis lanjutan, digunakan data kunjungan wisata dari Kebun Raya Banua untuk mengetahui kesesuain pola dengan pola hasil perhitungan indeks kenyamanan iklim berdasarkan kalender wisata. Hasil analisis menunjukkan adanya kesesuaian pola indeks kenyamanan iklim dengan pola jumlah kunjungan wisata dimana didapatkan waktu terbaik untuk melakukan pariwisata di Kota Banjarbaru adalah bulan Juni hingga bulan Oktober.    

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI