DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIEMETIK PADA MUAL MUNTAH TERTUNDA UNTUK PASIEN KEMOTERAPI DI RSUD ULIN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RAIHANA NABILA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-10 |
Mual muntah tertunda merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang umumnya terjadi 24-120 jam sesudah kemoterapi dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien kanker serta menganalisis efektivitas penggunaan antiemetik sesudah kemoterapi pada kejadian mual muntah tertunda berdasarkan skor Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INVR) selama 4 siklus kemoterapi. Penelitian ini merupakan studi prospektif dengan desain longitudinal di RSUD Ulin Banjarmasin. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner demografi pasien dan kuesioner INVR. Sebanyak 33 pasien memenuhi kriteria inklusi dengan karakteristik pasien kanker didominasi oleh pasien berusia 40-49 tahun (45,5%), berjenis kelamin perempuan (97%), dan memiliki diagnosis kanker payudara (57,6%). Sebagian besar menjalani kemoterapi pada siklus pertama (60,6%), memiliki riwayat mual selama kehamilan (75,0%), tidak memiliki riwayat mual atau muntah pada kemoterapi sebelumnya (78,8%), dan tidak memiliki riwayat mabuk perjalanan (57,6%). Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor INVR antar siklus (p = 0,134) yang menunjukkan bahwa penggunaan antiemetik sesudah kemoterapi tidak efektif pada kejadian mual muntah tertunda, namun pada skor INVR terjadi penurunan selama 4 siklus kemoterapi. Analisis Generalized Estimating Equations menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kanker, siklus kemoterapi, dan riwayat kemoterapi sebelumnya dengan kejadian mual muntah tertunda.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI