DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KINERJA BIJI KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKOAGULAN ALAMI DALAM PENYISIHAN KADAR BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU | |
| PENGARANG | : | MARLIYANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-10 |
Industri tahu menghasilkan limbah cair dengan kandungan organik tinggi yang dapat mencemari lingkungan jika dialirkan ke badan air tanpa proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas biokoagulan dari biji kelor (Moringa oleifera) dalam menyisihkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair tahu melalui proses koagulasi-flokulasi. Biji kelor dimanfaatkan sebagai biokoagulan alami karena mengandung senyawa aktif kationik yang mampu mengikat partikel tersuspensi dalam air. Limbah cair yang digunakan memiliki kadar BOD awal sebesar 812 mg/L melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014. Proses pengolahan dilakukan dalam dua tahap, yaitu penentuan pH optimum dan dosis optimum biokoagulan. Variasi pH yang diuji berkisar antara 4,74 hingga 8 melalui penyesuaian menggunakan larutan HCl dan NaOH. Nilai pH optimum digunakan untuk pengujian dosis biokoagulan sebesar 1, 3, 5, dan 7 gram. Proses koagulasi berlangsung pada kecepatan 100 rpm selama 2 menit, dilanjutkan proses flokulasi 40 rpm selama 10 menit, serta sedimentasi selama 80 menit. Hasil menunjukkan kondisi optimum pada pH 7 dan dosis 5 gram dengan efisiensi penyisihan BOD mencapai 84,6%. Kadar BOD akhir sebesar 110 mg/L telah memenuhi baku mutu air limbah industri pengolahan kedelai (Tahu) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014.
Kata kunci: Limbah Cair Tahu, Koagulan alami, Biji kelor (Moringa oleifera), Biochemical Oxygen Demand
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI