DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
PENGARANG:MUHAMMAD HADI PRATAMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-11


MUHAMMAD HADI PRATAMA. Analisis Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan dosen pembimbing Ibu Hj. Nuri Dewi Yanti.

Penelitian ini memiliki dua tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang pertama menganalisis besaran biaya total, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tujuan yang kedua menganalisis pola tanam yang optimal agar dapat memaksimalkan keuntungan usahatani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dari bulan Januari sampai bulan Mei 2025. Metode penarikan contoh menggunakan teknik survei dengan mengambil sampel sebanyak 40 orang petani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari wawancara dengan petani responden sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data untuk menjawab tujuan yang pertama menggunakan perhitungan biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani sayuran bayam dan sawi, sedangkan untuk menjawab tujuan yang kedua menggunakan analisis Linear Programming (LP) dengan bantuan  software Excel add in Solver.

Besaran biaya total, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan  sebagai berikut, rata-rata biaya total sebesar Rp2.146.503/UT (Rp44.263.030/ha), penerimaan sebesar Rp3.987.750/UT (Rp80.502.695/ha), pendapatan sebesar Rp3.043.473/UT (Rp60.894.103/ha) dan rata-rata keuntungan sebesar Rp1.841.247/UT (Rp35.992.915/ha). Petani responden rata-rata memiliki luas lahan sebesar 3,38 borong, dengan proporsi untuk usahatani bayam sebesar 1,49 borong dan untuk usahatani sawi sebesar 1,89 borong. Hasil analisis menunjukkan penggunaan lahan yang optimal dengan menanam sayuran sawi saja seluas 3,38 borong sehingga diperoleh keuntungan maksimal yang meningkat dari Rp1.841.247 menjadi Rp2.607.001. Namun dalam kenyataannya petani masih harus tetap menanam sayuran bayam dikarenakan masih adanya permintaan untuk sayuran bayam, serta untuk mengurangi risiko produksi dengan menanam variasi tanaman yang berbeda dalam luasan lahan yang sama. Saran bagi petani agar dapat menambah luasan lahan usahatani sayuran sawi dan mengurangi luasan lahan untuk usahatani sayuran bayam agar keuntungan yang diperoleh dapat dimaksimalkan, namun tidak sampai semua lahannya digunakan untuk menanam sayuran sawi, karena akan membuat pasokan sayuran bayam kosong sedangkan permintaannya masih ada. Saran bagi penelitian selanjutnya agar dapat membuat model LP yang lebih kompleks lagi dengan menambahkan fungsi kendala non ekonomi seperti faktor kebiasaan dan keharusan petani untuk tetap menanam sayuran bayam.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI