DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH LAMA SIMPAN TERHADAP VIABILITAS DUA VARIETAS KACANG TUNGGAK NAGARA (Vigna unguiculata ssp. cylindrica)
PENGARANG:NAILAH SALMA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-11


Nailah Salma. 2025. Pengaruh Lama Simpan terhadap Viabilitas Dua Varietas Kacang Tunggak Nagara (Vigna unguiculata ssp. cylindrica. Pembimbing : Prof. Dr. Ir. H. Raihani Wahdah, M.S. ; Dr. Joko Purnomo, S.P.,M.P.

 

           

 

Kacang Nagara (Vigna unguiculata ssp. cylindrica) merupakan salah satu plasma nutfah lokal yang potensial sebagai sumber pangan alternatif, terutama karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Namun, keterbatasan ketersediaan benih bermutu akibat keterbatasan musim tanam dan cepatnya penurunan viabilitas benih selama penyimpanan menjadi kendala dalam pengembangannya. Viabilitas benih yang menurun seiring lamanya masa simpan dapat berdampak pada penurunan hasil dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan varietas terhadap viabilitas benih kacang nagara (Vigna unguiculata ssp. cylindrica)

 

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BPSBPTH Prov. Kalsel dalam kurun waktu 6 bulan sejak Desember 2023 - Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial, yaitu varietas (Padi dan Kuning) serta lama simpan (0, 1, 2, 3, 4, dan 5 bulan). Parameter viabilitas yang diamati meliputi kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, persen kecambah normal, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal, daya hantar listrik, serta hasil uji tetrazolium.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan varietas secara signifikan mempengaruhi viabilitas benih. terlihat pada indikator kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), persen kecambah normal (KN), dan daya hantar listrik (DHL) benih kacang Nagara. Varietas Padi (v1) mampu mempertahankan KCT di atas 30 % hingga 2 bulan penyimpanan (v1s2 = 32,09 % etmal-1) dan tidak berbeda dengan varietas Kuning (v2) penyimpanan 0 bulan (v2s0 = 30,26 % etmal-1). Vigor yang baik terlihat pada v1 yang mampu mempertahankan KST di atas 40 % hingga masa simpan 4 bulan, serta KN dengan masa simpan 5 bulan tidak berbeda dengan v2 penyimpanan 0 bulan. Tingkat kebocoran membran pada benih v1 lebih rendah ditunjukkan dengan nilai DHL v2 penyimpanan 1 bulan (35,62 µS g-1) tidak berbeda dengan v1 yang disimpan selama 5 bulan (38,19 µS g-1).

 

Viabilitas benih menurun seiring bertambahnya lama penyimpanan, dengan penurunan signifikan terjadi setelah bulan ketiga. Varietas Padi menunjukkan daya simpan yang lebih baik dibandingkan varietas Kuning, dengan viabilitas yang tetap memenuhi standar mutu benih hingga penyimpanan bulan keempat. Sebaliknya, varietas Kuning mengalami penurunan mutu yang lebih cepat, terutama pada parameter daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan daya hantar listrik. DB v1 menurun dari 93,33% menjadi 81,67 % pada dan dari 80,67 % menjadi 40,00 % pada v1 setelah lima bulan penyimpanan sejalan dengan penurunan hasil uji TZ v1 dari 100 % menjadi 75,33 % dan v2 dari 99,33 % menjadi 74,67 %.

 

Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi varietas dan lama simpan yang mempengaruhi viabilitas benih. Varietas Padi lebih stabil dan direkomendasikan untuk penyimpanan jangka menengah. Penyimpanan benih sebaiknya tidak melebihi tiga bulan untuk menjaga viabilitas optimal, khususnya pada varietas Kuning.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI