DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Keputusan Konsumen Terhadap Pembelian Buah dan Sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | RAFAEL ROY THOMSON HUTAPEA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-11 |
RAFAEL ROY THOMSON HUTAPEA. Analisis Keputusan Konsumen
Terhadap Pembelian Buah dan Sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru.
Dibimbing oleh Hartoni.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses keputusan pembelian
konsumen, tingkat kepuasan konsumen, dan tingkat kepentingan atribut penunjang
kepuasan konsumen terhadap pembelian buah dan sayur di Indomaret Fresh Kota
Banjarbaru. Penelitian dilakukan di Indomaret Fresh A. Yani km 29, Indomaret
Fresh Trikora 2, dan Indomaret Fresh A. Yani km 19. Penelitian dilaksanakan mulai
bulan Februari sampai dengan Mei 2025.
Metode pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling.
Digunakan 90 responden, dengan masing-masing lokasi melibatkan 30 responden.
Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index
(CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA).
Hasil penelitian menunjukkan, proses keputusan pembelian di Indomaret
Fresh A. Yani km 29 pada tahap pengenalan kebutuhan, yaitu: kemasan praktis,
lokasi strategis. Pencarian informasi: kebetulan melihat saat belanja, rekomendasi
keluarga/teman. Evaluasi alternatif: kesegaran produk lebih terjamin, pelayanan
lebih cepat. Keputusan pembelian: tidak terencana. Perilaku pasca pembelian:
konsumen akan membeli kembali. Indomaret Fresh Trikora 2 pada tahap
pengenalan kebutuhan, yaitu: kemasan praktis, jam operasional panjang. Pencarian
informasi: inisiatif sendiri, kebetulan melihat saat belanja. Evaluasi alternatif:
pelayanan lebih cepat, kesegaran produk lebih terjamin. Keputusan pembelian:
terencana. Perilaku pasca pembelian: konsumen akan membeli kembali. Indomaret
Fresh A. Yani km 19 pada tahap pengenalan kebutuhan, yaitu: lokasi strategis,
kemasan praktis. Pencarian informasi: kebetulan melihat saat belanja, inisiatif
sendiri. Evaluasi alternatif: kesegaran produk lebih terjamin, pelayanan lebih cepat.
Keputusan pembelian: tidak terencana. Perilaku pasca pembelian: konsumen masih
perlu mencari di tempat lain. Tingkat kepuasan konsumen, di Indomaret Fresh A.
Yani km 29 dan Indomaret Fresh Trikora 2 pada kategori puas, sedangkan di
Indomaret Fresh A. Yani km 19 pada kategori sangat puas. Tingkat kepentingan
atribut di Indomaret Fresh A. Yani km 29, memerlukan perbaikan pada atribut:
kesegaran produk, keramahan dan kesopanan pegawai, kesigapan pegawai saat
dibutuhkan, kecepatan transaksi pembayaran, dan kasir melayani secara bersamaan,
sedangkan atribut yang perlu dipertahankan: kemasan praktis, harga sesuai
kualitasnya, stabilitas harga seiring waktu, lokasi toko mudah diakses, area dalam
toko luas dan tertata rapi, ruangan bersih dan dingin, dan area parkir toko yang
memadai. Atribut memerlukan perbaikan di Indomaret Fresh Trikora 2, yaitu:
keramahan dan kesopanan pegawai, kesigapan pegawai saat dibutuhkan, kecepatan
transaksi pembayaran, label harga sesuai saat pembayaran, dan kasir melayani
secara bersamaan, sedangkan atribut yang perlu dipertahankan: kesegaran produk,
kemasan praktis, harga sesuai kualitasnya, stabilitas harga seiring waktu, lokasi
toko mudah diakses, ruangan bersih dan dingin, tersedianya produk diskon/promo,
jam operasional toko fleksibel, dan metode pembayaran bervariasi. Atribut yang
memerlukan perbaikan di Indomaret Fresh A. Yani km 19, yaitu: keramahan dan
kesopanan pegawai, pegawai sigap saat dibutuhkan, dan kecepatan transaksi
pembayaran, sedangkan atribut yang perlu dipertahankan, yaitu: kesegaran buah
dan sayur, kemasan praktis, tersedia buah dan sayur organik, harga sesuai dengan
kualitasnya, stabilitas harga seiring waktu, lokasi toko yang mudah diakses, area
dalam toko luas dan tertata rapi, ruangan bersih dan dingin, jam operasional toko
fleksibel, dan area parkir toko memadai.
Adapun saran dalam penelitian ini yaitu: untuk mempertahankan kemasan
buah dan sayur yang praktis, pihak manajemen perlu memastikan kemasan buah
dan sayur tetap praktis, mudah dibawa, dibuka, dan disimpan oleh konsumen.
Untuk menjaga kesegaran produk, penting mengatur suhu penyimpanan dan
penataan yang optimal serta memberikan pelatihan rutin kepada pegawai agar
mampu menangani produk segar secara tepat. Selain itu, untuk memperbaiki kinerja
pada aspek pelayanan dan prosesnya, pihak manajemen perlu melakukan pelatihan
bagi pegawai guna meningkatkan kesigapan dan keramahan dalam melayani
pelanggan, sekaligus memastikan penerapan standar layanan minimal secara
konsisten. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi rutin terhadap kualitas interaksi
antara pegawai dan pelanggan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI