DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Karakteristik Morfologi Ubi Alabio Ungu (Dioscorea alata L.) di Lahan Rawa Lebak pada Umur Panen Berbeda | |
| PENGARANG | : | SITI QUMAIROH FAJARIAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-11 |
Lahan rawa lebak di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan, termasuk ubi alabio (Dioscorea alata L.), yang telah beradaptasi baik di lahan tersebut. Ubi alabio adalah umbi-umbian yang memiliki potensi sebagai bahan pangan alternatif, kaya akan karbohidrat dan protein. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 hingga Februari 2025 di Desa Pasar Senin, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungi Utara, Kalimantan Selatan, Laboratorium Produksi Jurusan Agroekoteknologi dan Laboratorium Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfologi dan agronomi ubi alabio ungu pada dua umur panen berbeda (5 bulan dan 5,5 bulan) serta membandingkannya dengan varietas terdaftar di Kementerian Pertanian 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ubi alabio umur panen 5,5 bulan memiliki berat umbi (0,23–0,40 kg), panjang umbi (10,30–15,20 cm), dan diameter umbi (6,92–9,44 cm) yang lebih baik dibandingkan umur panen 5 bulan, meskipun masih di bawah standar varietas terdaftar Kementerian Pertanian 2019 (berat umbi 0,45–0,78 kg, panjang umbi 10,70–16,80 cm, diameter umbi 9,50–9,90 cm). Uji T menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga parameter tersebut (p < 0,05). Karakter morfologi ubi alabio ungu yang ditemukan memiliki bentuk umbi yang lebih bervariasi dan warna kulit serta daging yang lebih pucat dibandingkan varietas terdaftar. Analisis kimia tanah menunjukkan bahwa lahan tergolong cukup sesuai (S2) untuk budidaya ubi alabio, dengan pH 5,13–5,59, C-organik 1,64–1,89%, dan P?O? tinggi (1.099,8–1.227,2 mg.kg?¹), namun kandungan K?O rendah (0,3764–0,5564 cmol(+).kg?¹). Berdasarkan hasil penelitian, umur panen 5,5 bulan direkomendasikan untuk menghasilkan ubi alabio dengan kualitas lebih baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI