DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | LAYANAN JAGA KESEHATAN MENTAL DAN EMOSI REMAJA DI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | DINA LUTFIA ANGGRAENI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-14 |
ABSTRAK
Meningkatnya kasus gangguan mental dan emosional pada remaja di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru, menunjukkan perlunya sebuah wadah preventif yang dapat membantu remaja dalam menjaga kesehatan mental dan emosinya. Minimnya fasilitas layanan kesehatan mental yang ramah remaja serta masih kuatnya stigma negatif terhadap gangguan jiwa menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah layanan kesehatan mental berbasis pendekatan Healing Environment yang mampu menciptakan lingkungan preventif.
Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menggunakan metode Healing Environment yang mana elemen-elemen desain yang diterapkan dalam bangunan dan tapak meliputi pencahayaan alami, ventilasi silang, penggunaan warna yang menenangkan, integrasi ruang terbuka hijau, serta penyediaan fasilitas seperti ruang hipnoterapi, ruang seni, ruang ekspresi, dan ruang aktivitas spiritual.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang dirancang secara sadar dan alami mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis remaja. Dalam konteks ini, arsitektur tidak hanya berperan sebagai wadah aktivitas, tetapi juga sebagai media penyembuhan dan pencegahan (preventif) terhadap risiko gangguan mental agar tidak berdampak ke arah yang lebih serius. Melalui pengintegrasian berbagai ruang fungsional seperti ruang hipnoterapi, ruang cerita kita, ruang seni lukis, ruang tulis, studio musik, serta ruang edukatif seperti aula seminar dan area diskusi yang menyangkut ke ranah spiritual, rancangan ini mendukung ekspresi emosi dan interaksi sosial secara sehat. Dukungan dari elemen-elemen alami seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, visual hijau, dan ruang terbuka memperkuat suasana yang menenangkan dan menyegarkan jiwa.
Kata kunci: kesehatan mental, remaja, healing environment, lingkungan preventif.
ABSTRACT
The increasing number of mental and emotional disorders among adolescents in South Kalimantan, particularly in Banjarbaru City, highlights the urgent need for a preventive platform to help young people maintain their mental and emotional well-being. The lack of youth-friendly mental health facilities and the persistent negative stigma surrounding mental illness are the main challenges. This study aims to design a mental health service based on the Healing Environment approach, which seeks to create a preventive environment.
The design method used in this project employs the Healing Environment approach, in which design elements applied to the building and site include natural lighting, cross ventilation, calming color schemes, integration of green open spaces, and the provision of various facilities such as hypnotherapy rooms, art spaces, expression rooms, and spiritual activity areas.
The design outcomes show that a consciously and naturally designed physical environment can have a positive impact on the psychological state of adolescents. In this context, architecture does not only serve as a container for activities but also as a medium for healing and prevention of mental health issues before they become more serious. Through the integration of various functional spaces such as hypnotherapy rooms, “Our Story” rooms, painting rooms, writing rooms, music studios, and educational spaces like seminar halls and discussion areas with spiritual dimensions, the design supports healthy emotional expression and social interaction. The inclusion of natural elements such as natural lighting, cross ventilation, green visuals, and open spaces enhances a calming and soul-refreshing atmosphere.
Keywords: mental health, adolescents, healing environment, preventive environment.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI