DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR TERBARUKAN BERBASIS BIOMASSA DAN BIOARANG LIMBAH KAYU ULIN UNTUK MENINGKATKAN SIRKULASI EKONOMI MASYARAKAT INDUSTRI | |
| PENGARANG | : | ANDRE AZHAR WINATA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-14 |
Briket campuran lignit–biomassa berpotensi menjadi bahan bakar padat industri yang lebih bersih, namun kinerja fisik-kimia dan kelayakan keberlanjutannya belum terdokumentasi komprehensif. Penelitian ini menyelidiki pengaruh pre-treatment alkali (NaOH 5 %) terhadap biomassa kayu ulin, pirolisis 500 °C pada lignit, serta variasi komposisi batubara:biomassa:binder (tar atau bio-oil) terhadap mutu briket, emisi, dan performa ekonomi-lingkungan. Uji proksimat-ultimate, kekuatan tekan, kalor bakar, dan emisi SO?/NO? dilakukan pada empat formulasi utama (BA-Tar, BA-Bio, BSG-Tar, BSG-Bio). Pre-treatment menurunkan volatile biomassa ± 45 % dan menaikkan fixed carbon sehingga briket menjadi lebih padat (ρ ≈ 1,10 g cm?³) dan kuat (σ > 4,5 MPa). Formulasi BSG-Bio (70 % lignit + 15 % serbuk ulin + 15 % bio-oil) menghasilkan nilai kalor 6.500 cal/g, emisi SO? terendah (≈ 340 ppm), dan abu 6,5 %. Analisis Life-Cycle Assessment (cradle-to-gate) menunjukkan penurunan jejak karbon hingga 30 % (2,40 → 1,70 kg CO?eq kg?¹) dibanding briket batubara murni, tanpa kenaikan kebutuhan energi proses (CED 5,9–6,1 MJ kg?¹). Cost-Benefit Analysis pada skala 24.000 t/tahun memberi CAPEX Rp 23,6 miliar, biaya produksi Rp 818 kg?¹, NPV Rp 26,7 miliar, IRR 29 %, dan payback ± 4 tahun. Hasil tersebut menegaskan bahwa substitusi 15 % biomassa kayu ulin dan penggunaan bio-oil tidak hanya meningkatkan kualitas dan menekan emisi, tetapi juga layak secara ekonomi untuk mendukung dekarbonisasi sektor energi industri.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI