DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Penilaian Kinerja Apill Simpang Empat Jalan Pangeran Suriansyah – Panglima Batur Kota Banjarbaru
PENGARANG:SITTI UMIDHA HAPIPAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-14


ABSTRAK

 

Banjarbaru merupakan salah satu Ibukota di Indonesia dengan peningkatan jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya. Sebagai kota yang berkembang pesat, Banjarbaru mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Penanganan kemacetan lalu lintas di Kota Banjarbaru dilakukan melalui penerapan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang umumnya ditempatkan di ujung persimpangan seperti pada simpang empat bersinyal Jalan Pangeran Suriansyah–Jalan Panglima Batur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengoprasian APILL pada simpang tersebut.

Analisis kinerja simpang dilakukan berdasarkan data survei lapangan yang diambil selama dua hari, yakni pada Senin, 28 April 2025 dan Selasa, 29 April 2025, dengan rentang waktu pengamatan setiap harinya, mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Proses analisis mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Berdasarkan hasil evaluasi, puncak volume lalu lintas tercatat terjadi pada pukul 07.00–08.00 WITA, dengan derajat kejenuhan (DJ) eksisting mencapai 1,27 dan rata-rata tundaan sebesar 41,94 detik/smp. Kondisi ini dikategorikan dalam tingkat pelayanan E yang mengindikasikan bahwa arus lalu lintas berada dalam kondisi tidak stabil. Kemudian dilakukan alternatif perbaikan sebagai solusi pada permasalahan ini yaitu dengan melakukan manajemen lalu lintas berupa belok kiri jalan terus, didapatkan hasil tundaan rata rata simpang sebesar 22,04 detik/smp, Dj = 0,80 ITP = C memenuhi standar Permenhub No.14 Tahun 2006.


Kata kunci: APILL, Kemacetan Perkotaan, Derajat Kejenuhan, Tingkat Pelayanan, Simpang

 

ABSTRACT

 

Banjarbaru is one of the provincial capitals in Indonesia that experiences annual population growth. As a rapidly developing city, Banjarbaru has experienced a significant increase in vehicle traffic, encompassing both private vehicles and public transportation. To address traffic congestion, the city has implemented traffic signal systems (APILL), which are generally placed at intersection terminals, such as the signalized four-leg intersection of Jalan Pangeran Suriansyah and Jalan Panglima Batur. This study aims to evaluate the performance of the APILL at that intersection.

The performance analysis was conducted through field surveys on Monday, April 28, 2025, and Tuesday, April 29, 2025, for 16 hours each day, from 06:00 to 22:00 Central Indonesia Time (WITA). The analysis was based on the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023). The results show that the highest traffic volume occurred between 07:00 and 08:00 WITA, with an existing degree of saturation (DS) of 1.27 and an average delay of 41.94 seconds. The level of service was classified as E, indicating unstable traffic flow conditions. An improvement alternative was proposed through traffic management by implementing a continuous left-turn (left-turn on red), resulting in a reduced average intersection delay of 22.04 seconds, DS = 0.80, and Level of Service C, which meets the standard set by Ministry of Transportation Regulation No. 14 of 2006.

 

Keywords: Traffic Signal System, Urban Congestion, Degree of Saturation, Level of Service, Intersection.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI