DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI EKSTRAK UMBI TEKI (Cyperus rotundus) TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI GULMA SUSUPAN GUNUNG (Neptunia oleracea)
PENGARANG:PUTRI MINARAHMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-07-15


Susupan gunung atau mimosa air (Neptunia oleracea) adalah gulma lahan basah yang tumbuh di daerah rawa, payau, dan sepanjangan tepi sungai. Gulma susupan gunung memiliki karakteristik tumbuh cepat dan bersaing dengan tumbuhan lain dalam mendapatkan sumber daya seperti air, nutrisi, dan cahaya matahari. Kehadiran gulma susupan gunung di lahan sawah dinilai merugikan oleh petani, karena pertumbuhannya yang cepat menyebabkan persaingan ruang dan cahaya dengan tanaman padi, serta membuat lahan menjadi lebih cepat kering, sehingga menghambat pertumbuhan padi secara optimal. Penggunaan herbisida kimia secara terus menerus dan penggunaan herbisida yang tidak tepat akan mengakibatkan terjadinya dampak negatif pada lingkungan, pencemaran air, udara, dan tanaman non-target. Dengan adanya dampak negatif dari herbisida kimia, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan seperti bioherbisida dari tanaman teki. Umbi teki diketahui mengandung senyawa alelopati seperti fenolik, flavonoid, glikosida, saponin, alkaloid, tanin, dan sesquiterpenoid yang menghambat pertumbuhan gulma.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak umbi teki (Cyperus rotundus) terhadap mortalitas dan final germination pada biji (Neptunia oleracea). Pada penelitian ini perlakuan yang di uji dengan konsentrasi ekstrak umbi teki 0%, 15%, 30%, 45%, 60%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan dan lima perlakuan (termasuk satu perlakuan kontrol). Parameter yang diamati meliputi mortalitas dan final germination. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji homogenitas Bartlett, analisis ragam dengan taraf 1% dan 5%, dan dilanjutkan dengan uji BNT.

Hasil penelitian pemberian perlakuan ekstrak umbi teki (C. rotundus) tidak menunjukkan pengaruh terhadap mortalitas perkecambahan biji gulma susupan gunung        (N. oleracea) namun ada kecenderungan bahwa semakin besar konsentrasi pemberian ekstrak umbi teki menunjukkan nilai angka yang lebih baik. Selain itu, pemberian perlakuan berbagai konsentrasi ekstrak umbi teki (C. rotundus) tidak menunjukkan pengaruh terhadap final germination biji susupan gunung (N. oleracea).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI