DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Interaksi Sosial Sesama Homo Di Kecamatan Muara Komam | |
| PENGARANG | : | MUFATUSSYIFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-07-15 |
ABSTRAK
Mu’fatussyifa, 2025. Interaksi Sosial Sesama di Kecamatan Muara Komam. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Syahlan Mattiro.
Kata Kunci : Homoseksual, Interaksi sosial, Pandangan Masyarakat
Penelitian ini menjelaskan mengenai interaksi sosial yang merupakan proses sosial, yang berkaitan dengan cara berhubungan antara individu dan kelompok yang membangun system dalam hubungan sosial. Dalam penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk interaksi sosial yang terjadi antar sesama homo (2) untuk menggambarkan pandangan masyarakat terhadap interaksi homo yang terjadi dalam hubungan sosial mereka.
Metode penelitian pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang dipilh menggunakan Teknik purposive sampling dengan informan berjumlah 6 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data menggunakan terknik perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan trianggulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) bentuk interaksi sosial antar individu homo diketahui dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung ketika berada dalam lingkup sesama homo dan secara tidak langsung dengan menggunakan sosial media, dalam interaksi juga menggunakan istilah atau kode khusus yang hanya dimengerti oleh mereka sebagai bentuk identitas diri. (2) pandangan masyarakat terhadap individu homo, umumnya bersifat negative dan tercermin dalam dua sikap yaitu diskriminatif dan apatis. Sikap diskriminatif biasanya berupa pengucilan, pembatasan interkasi serta pelabelan negative yang mempengaruhi kehidupan sosial mereka. Sedangkan sikap apatis berupa ketidak pedulian yang secara tidak langsung tetap memberikan jarak dan hambatan dalam hubungan sosial individu homo.
Saran dari penelitian ini, disarankan (1) bagi masyarakat, diharapkan dapat memberi ruang social terhadap individu homo agar sekiranya dapat membantu memberikan kesadaran akan penyimpangan yang individu homo lakukan merupakan suatu orientasi yang tidak sesuai aturan social yang seharusnya.. (2) pihak berwenang, perlu melakukan pendekatan edukatif seperti menyediakan fasilitas konseling perdasarkan prinsip keagamaan. (3) bagi penelitian selanjutnya, disarankan unuk melakukan pendekatan yang lebih kompleks seperti pendekatan kuantitatif yang mungkin sekiranya dapat menghasilkan penelitian yang lebih mendalam.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI